Bupati Lembata Pastikan Kesiapan Bukit Hog untuk Ekspor
- 30 Jan 2026 11:06 WIB
- Ende
RRI. CO. ID, Lembata - Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., bersama manajemen PT Prime Timor meninjau langsung kawasan Bukit Hog untuk memastikan kesiapan ekspor daging babi organik dari Kabupaten Lembata ke Timor Leste. Peninjauan ini dilakukan guna mengecek kondisi lokasi, sistem pengelolaan ternak, serta kesiapan fasilitas pendukung sesuai standar ekspor lintas negara.
Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan awal yang dilakukan pada awal Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan lokasi, sistem pengelolaan ternak, serta pemenuhan standar yang dibutuhkan dalam perdagangan lintas negara.
Bupati Lembata menegaskan bahwa pengembangan peternakan babi diarahkan sebagai peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya peternak lokal. Menurutnya, ekspor ternak babi ke Timor Leste memiliki nilai strategis dalam meningkatkan pendapatan peternak sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi kawasan.
| Baca juga: Pemkab Sikka Awasi Harga Pangan |
“Pemerintah daerah tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan sistem pengelolaan ternak berjalan sesuai standar. Ini penting agar produk yang dihasilkan berkualitas dan layak ekspor,” kata Bupati Lembata, Rabu, 28 Januari 2026.
Untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata telah membangun sebanyak 60 unit kandang melalui anggaran APBD II. Kandang-kandang ini dilengkapi dengan fasilitas karantina, pos penjagaan, serta sarana pendukung lainnya. Secara teknis, setiap kandang dibangun dengan ukuran standar 160 x 70 sentimeter.
Bupati menjelaskan bahwa setiap ternak babi yang dibeli dari masyarakat wajib menjalani masa karantina selama 14 hari. Masa karantina tersebut dilakukan sebelum ternak ditempatkan di kandang utama guna memastikan kondisi kesehatan sesuai standar yang ditetapkan.
“Langkah karantina ini dilakukan untuk memastikan kesehatan ternak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PT Prime Timor menilai kawasan Bukit Hog memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pendukung rantai pasok ternak, baik dari sisi lokasi maupun aksesibilitas. Peninjauan lapangan ini menjadi dasar dalam penyusunan konsep kerja sama yang lebih komprehensif dengan pihak Timor Leste.
Sebagai tindak lanjut, direncanakan kunjungan lanjutan pada Februari 2026 yang akan melibatkan Badan Karantina Timor Leste. Agenda utama kunjungan tersebut adalah peninjauan sistem pembibitan dan manajemen kandang Bukit Hog guna memastikan kesesuaian dengan standar sertifikasi karantina internasional.
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap rencana ekspor ini dapat segera terealisasi sebagai tonggak baru pengembangan sektor peternakan di daerah. Selain meningkatkan kesejahteraan peternak, langkah ini juga diharapkan memperkuat posisi Lembata sebagai daerah penyangga ekspor di kawasan Nusa Tenggara Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....