Pemkab Sikka Awasi Harga Pangan

  • 28 Mei 2026 09:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Pemerintah Kabupaten Sikka mulai meningkatkan pengawasan terhadap stabilitas harga pangan menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momentum Iduladha dan tradisi Sambut Baru. Langkah itu dilakukan untuk mencegah lonjakan harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman di pasaran.

Pengawasan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi bersama jajaran terkait saat memeriksa gudang Perum Bulog Maumere dan sejumlah distributor pada Selasa 26 Mei 2026. Dalam sidak tersebut, pemerintah menyoroti distribusi beras medium yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Simon meminta para pedagang tidak menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan masyarakat harus segera melapor apabila menemukan harga beras melebihi Rp13.100 per kilogram.

“Kalau ada yang jual di atas Rp13.100 per kilogram, segera laporkan ke Bulog,” kata Simon saat meninjau gudang Bulog Maumere. Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk peringatan agar distribusi pangan tidak dimanfaatkan untuk meraih keuntungan berlebihan.

Kepala Perum Bulog Maumere, Marten Luther Sesa, mengatakan stok beras medium di gudang Bulog saat ini mencapai 689 ton. Dalam waktu dekat, Bulog juga akan menambah pasokan sekitar 1.500 ton guna menjaga ketersediaan pangan menjelang hari besar keagamaan.

Menurut Marten, pengawasan distribusi dan harga pangan perlu diperketat agar tidak terjadi permainan harga di tingkat pasar. Ia menilai meningkatnya permintaan masyarakat kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk menaikkan harga komoditas secara tidak wajar.

Di tengah pengawasan tersebut, perubahan pola distribusi pangan lokal mulai terlihat di Pasar Alok, Maumere. Masuknya pisang dari Kabupaten Lembata menjadi indikator berkurangnya pasokan hasil pertanian lokal akibat menurunnya produktivitas tanaman di Sikka.

Kondisi itu memberi keuntungan bagi pedagang luar daerah karena tingginya permintaan pasar masih dapat dipenuhi. Namun di sisi lain, petani lokal menghadapi tekanan ekonomi akibat hasil panen yang terus menurun.

Pemerintah daerah kini didorong mempercepat langkah penanganan penyakit tanaman yang memengaruhi produksi pangan lokal. Upaya pemulihan sektor pertanian dinilai penting agar ketahanan pangan Kabupaten Sikka tidak semakin bergantung pada pasokan dari luar wilayah.

Selain menjaga stabilitas harga, pengawasan pangan juga diarahkan untuk memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar hingga tingkat masyarakat. Pemerintah berharap momentum Iduladha dan tradisi Sambut Baru dapat berlangsung tanpa gejolak harga yang membebani warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....