Digitalisasi Dorong Penguatan Pasar Tradisional dan Produk Lokal

  • 25 Jan 2026 11:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Digitalisasi dinilai mampu mendorong penguatan pasar tradisional dan produk lokal Flores melalui pemanfaatan teknologi yang adaptif dan berpihak pada ekonomi rakyat. Transformasi ini membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus berpotensi menciptakan keadilan harga bagi petani dan pelaku UMKM.

Staf Yayasan Tanua Flores, Anselmus Kaki Reku kepada RRI dalam siaran Ekonomi Digital , Jum'at, 23 Januari 2026 mengatakan perubahan teknologi merupakan keniscayaan yang harus direspons sebagai peluang. Ia menilai pasar tradisional tetap dapat bertahan tanpa kehilangan nilai budaya yang melekat di dalamnya.

“Digitalisasi tidak menggantikan pasar tradisional, tetapi memperluas jangkauan dan mempertemukan langsung produsen dengan konsumen,” ungkapnya. Menurutnya, adaptasi teknologi menjadi kunci agar produk lokal tidak tertinggal dalam persaingan.

Menurut Anselmus, pelaku usaha di desa masih menghadapi keterbatasan literasi digital, infrastruktur jaringan, serta kemampuan pemasaran. Kondisi tersebut membuat banyak produk lokal sulit berkembang dan bergantung pada rantai distribusi yang panjang.

“Petani sering dirugikan karena harga jual tidak sebanding dengan biaya produksi dan distribusi,” katanya. Ia menegaskan, digitalisasi dapat memangkas mata rantai pemasaran yang selama ini menciptakan ketimpangan harga.

Lebih lanjut, Anselmus katakan bahwa pemerintah desa memiliki peran strategis melalui pemanfaatan dana desa, sistem informasi desa, BUMDes, koperasi, dan website desa. Sarana tersebut dapat difungsikan sebagai etalase digital untuk mempromosikan produk unggulan desa.

“Produk lokal harus memiliki kualitas, cerita, dan identitas yang jelas agar berdaya saing,” ujarnya. Ia berharap kolaborasi pemerintah, komunitas, dan generasi muda mampu mempercepat penguatan ekonomi lokal berbasis digital di Flores.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....