Cerita Rakyat Minangkabau Batu Batikam Sumatra Barat
- 14 Jul 2026 07:48 WIB
- Padang
RRI.CO.ID,Padang - Cerita Batu Batikam berlokasi di Nagari Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Menurut sejarah dan legenda Minangkabau, lubang pada batu andesit ini adalah bekas tusukan keris Datuak Parpatiah Nan Sabatang
Lubang tersebut tercipta akibat konflik antara Datuak Parpatiah Nan Sabatang dan saudaranya, Datuk Katumanggungan. Mereka berselisih paham mengenai sistem pemerintahan adat. Datuk Katumanggungan mengusung sistem kelarasan Koto Piliang (bersifat aristokrat), sedangkan Datuak Parpatiah menginginkan sistem Bodi Chaniago (berbasis musyawarah dan egaliter).
Ketika perundingan memanas, Datuak Parpatiah Nan Sabatang menancapkan kerisnya ke batu tersebut hingga tembus (batikam) untuk membuktikan kesaktian dan keteguhan pendiriannya. Meskipun sempat memicu ketegangan, batu berlubang ini kini menjadi simbol perdamaian dan mufakat, menandai lahirnya sistem musyawarah dalam adat Minangkabau.
Saat ini, kawasan seluas 1.800 meter persegi tersebut berfungsi sebagai situs cagar budaya yang dulunya merupakan medan nan bapaneh (tempat bermusyawarah).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai situs bersejarah ini, Anda dapat mengunjungi laman Wikipedia Batu Batikam atau membaca ulasan di Jelajah Sumbar.
Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang perbedaan sistem adat antara Bodi Chaniago dan Koto Piliang, atau ingin rekomendasi lokasi wisata sejarah lain di sekitar Batusangkar? Menurut cerita, kemunculan Batu Batikam bermula dari adanya selisih paham dalam menentukan sistem pemerintahan adat antara dua orang kakak beradik yang bernama Datuak Parpatiah Nan Sabatang dan Datuak Katumangguangan.
Datuak Parpatiah mengusung sistem pemerintahan kelarasan Bodi Chaniago, sedangkan Datuak Katumangguangan dengan sistem pemerintahan kelarasan Koto Piliang. Karena memiliki perbedaan penerapan sistem pemerintahan, keduanya memutuskan untuk berunding dengan cara musyawarah.
Konon, pada Batu Batikam tergambar dua karakter kepemimpinan yang ada di Lima Kaum. Oleh sebab itu, Batu Batikam diharapkan dapat berperan sebagai pengontrol dan acuan dalam usaha mewujudkan keseimbangan dan harmonisasi tingkah laku masyarakat.Sekarang, Batu Batikam sudah terjaga dan dipelihara dengan baik keberadaannya. Untuk menjaga tempat batu itu berada, harus lebih dulu menyembelih kambing supaya bangunannya dapat berdiri kokoh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....