Stimulus Pariwisata Disambut ASITA NTT Soroti Tiket Pesawat Mahal
- 06 Jul 2026 14:08 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Stimulus pemerintah untuk sektor pariwisata disambut positif oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur. Meski demikian, organisasi tersebut menilai tingginya harga tiket pesawat masih menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan domestik.
"Kebijakan ini patut diapresiasi, namun harga tiket pesawat masih menjadi kendala terbesar bagi masyarakat untuk berwisata," kata Ketua ASITA NTT, Oyan Kristian, dalam wawancara di RRI Ende, Senin, 6 Juli 2026.
Oyan menjelaskan pemerintah telah memberikan stimulus berupa potongan harga tiket pesawat dan kapal guna mendorong mobilitas wisatawan. Namun menurutnya, insentif tersebut belum mampu memberikan dampak signifikan karena biaya perjalanan udara masih relatif mahal.
"Diskon yang diberikan hanya mengurangi biaya perjalanan, tetapi belum mendorong masyarakat memilih berwisata dengan pesawat," ujarnya.
Ia mengatakan kunjungan wisatawan ke Nusa Tenggara Timur pada kuartal pertama tahun ini masih didominasi wisatawan mancanegara. Sementara itu, wisatawan domestik lebih banyak melakukan perjalanan untuk kepentingan pekerjaan atau dinas dibandingkan berlibur.
"Perjalanan udara saat ini lebih banyak dimanfaatkan untuk urusan pekerjaan daripada wisata," katanya.
Menurut Oyan, kondisi ekonomi global, kenaikan harga avtur, serta situasi geopolitik internasional turut memengaruhi biaya operasional maskapai. Dampaknya, harga tiket pesawat masih sulit ditekan sehingga memengaruhi minat masyarakat untuk berwisata di dalam negeri.
"Kalau harga tiket lebih terjangkau, tentu pergerakan wisatawan domestik akan meningkat," ucapnya.
ASITA NTT mencatat Labuan Bajo dan Sumba masih menjadi dua destinasi wisata unggulan yang paling diminati wisatawan. Kedua daerah tersebut memiliki promosi yang kuat serta akses penerbangan yang lebih baik dibandingkan destinasi lain di Nusa Tenggara Timur.
"Selama beberapa tahun terakhir, Labuan Bajo dan Sumba tetap menjadi tujuan utama wisatawan yang datang ke NTT," ungkapnya.
Untuk memanfaatkan program stimulus, pelaku usaha perjalanan wisata didorong menyusun paket wisata terpadu atau bundling yang menggabungkan tiket pesawat dengan layanan tur. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan harga yang lebih kompetitif sekaligus meningkatkan daya tarik wisata domestik.
ASITA NTT menyatakan siap mendukung peningkatan kunjungan wisatawan, terutama pada musim liburan atau high season. Organisasi itu berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang mampu menurunkan harga tiket pesawat secara berkelanjutan sehingga sektor pariwisata nasional semakin berkembang.
"Akses transportasi yang lebih terjangkau akan menjadi kunci pertumbuhan pariwisata di NTT," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....