Jangan Tergiur Harga Murah! Ini Tips ASITA Hindari Travel Bodong di Labuan Bajo

  • 23 Mei 2026 10:11 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Maraknya promosi paket wisata ke Labuan Bajo di media sosial membuat calon wisatawan diminta lebih waspada saat memilih agen perjalanan. Asosiasi Tour and Travel Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sedikitnya tiga kasus penipuan dan penelantaran wisatawan oleh travel bodong dalam dua bulan terakhir.

Ketua DPD ASITA NTT, Oyan Kristian, membagikan sejumlah tips agar wisatawan tidak menjadi korban penipuan saat memesan paket wisata ke Labuan Bajo.

Menurutnya, calon wisatawan perlu menjadi smart traveler dengan melakukan riset sederhana sebelum melakukan transaksi.

“Browsing nama perusahaannya di Google. Sekarang semua terekspos. Kalau ada rekam jejak atau review buruk dari konsumen sebelumnya, biasanya akan muncul,” kata Oyan kepada RRI, Kamis 21 Mei 2026.

Selain itu, wisatawan diingatkan agar tidak mudah tergiur harga murah yang jauh di bawah standar pasar. Menurut Oyan, travel ilegal kerap memancing korban dengan tarif rendah, namun pelayanan yang diberikan tidak sesuai, bahkan ada kasus wisatawan ditelantarkan dan tidak dijemput saat tiba di bandara maupun hotel.

ASITA juga menyarankan masyarakat memastikan agen perjalanan memiliki kantor fisik dan legalitas usaha yang jelas. Keberadaan kantor operasional dinilai penting untuk mempermudah koordinasi dan pertanggungjawaban jika terjadi masalah selama perjalanan.

“Minimal punya kantor yang jelas dan legalitas usaha lengkap, sehingga wisatawan tahu harus menghubungi siapa jika ada kendala,” ujarnya.

Tips berikutnya, wisatawan dianjurkan menggunakan jasa agen perjalanan yang telah tergabung sebagai anggota resmi ASITA. Menurut Oyan, seluruh anggota ASITA telah melalui proses verifikasi administrasi, mulai dari akta pendirian perusahaan, Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, hingga keberadaan kantor fisik.

“Kami juga memastikan anggota mendapatkan pelatihan pelayanan secara rutin agar kualitas layanan tetap terjaga,” ujarnya.

ASITA turut mengimbau wisatawan yang mengalami kendala atau menemukan indikasi penipuan saat berada di Labuan Bajo untuk segera menghubungi crisis center atau layanan darurat yang tersedia, termasuk melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPLBF).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....