Wisata Berau Melejit, Puluhan Ribu Pengunjung Padati Destinasi Unggulan
- 29 Mar 2026 18:20 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Sektor pariwisata di Kabupaten Berau menunjukkan tren positif dengan lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan. Dalam kurun waktu beberapa hari, puluhan ribu wisatawan memadati sejumlah destinasi andalan, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, menyebut capaian ini menjadi bukti kuat bahwa sektor pariwisata semakin berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Alhamdulillah, capaian kunjungan sesuai harapan, bahkan melampaui ekspektasi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Destinasi Wisata Berau (Sidewi), tercatat sebanyak 21.335 kunjungan wisatawan pada periode 20 hingga 25 Maret 2026. Kunjungan tersebut tersebar di empat destinasi unggulan, yakni Air Panas Asin Pemapak, Tuling Ni Lenggo, Mangrove Tanjung Batu, dan Labuan Cermin.
Tingginya angka kunjungan ini tidak terlepas dari masifnya promosi digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Peran media massa serta kreator konten dinilai efektif dalam memperkenalkan potensi wisata Berau ke tingkat yang lebih luas.
Konten-konten yang menampilkan keindahan Labuan Cermin hingga kawasan Kepulauan Derawan kerap viral di media sosial dan sukses menarik perhatian publik.
“Peran media dan influencer sangat besar dalam membantu promosi. Banyak konten mereka yang viral dan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan,” katanya.
Selain faktor promosi, kemudahan akses juga menjadi penunjang utama. Dibukanya jalur penghubung baru dari Kutai Timur melalui Jembatan Nibung membuat waktu tempuh menuju Berau menjadi lebih singkat dan efisien.
“Kini akses semakin terbuka dan perjalanan lebih cepat, sehingga wisatawan lebih mudah datang ke Berau,” ujarnya.
Namun, lonjakan kunjungan tersebut turut memunculkan tantangan, terutama terkait keterbatasan akomodasi. Tingginya jumlah wisatawan menyebabkan sejumlah penginapan mengalami tingkat hunian penuh.
“Beberapa wisatawan bahkan harus mencari alternatif tempat menginap,” katanya.
Di sisi lain, kondisi ini justru membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Warga mulai memanfaatkan momentum dengan menyediakan homestay dan berbagai layanan pendukung wisata lainnya.
Partisipasi masyarakat tersebut dinilai mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan serta kesejahteraan. Ke depan, pemerintah daerah menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur, fasilitas, serta pengelolaan destinasi yang lebih optimal guna mengimbangi pertumbuhan jumlah wisatawan.
“Harapannya, pengalaman wisatawan tetap terjaga, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Berau,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....