Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat Pastikan Stok Pangan di Papua Barat Aman
- 20 Jul 2026 21:19 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat memastikan ketersediaan pangan di wilayah Papua Barat, termasuk Kabupaten Manokwari, masih berada dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kepastian tersebut didasarkan pada hasil analisis proyeksi neraca pangan yang menjadi acuan pemerintah dalam memantau pasokan berbagai komoditas strategis.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, Elnatan Meidy Mokoagouw, menjelaskan pemerintah secara rutin menyusun proyeksi neraca pangan terhadap 12 komoditas strategis, mulai dari beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, telur, daging, gula konsumsi hingga minyak goreng.
Menurutnya, hingga semester pertama 2026 belum ditemukan indikasi gangguan pasokan yang berpotensi memengaruhi kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut terlihat dari stabilnya distribusi pangan dan tidak adanya praktik penimbunan komoditas di pasaran.
“Berdasarkan proyeksi neraca pangan ini untuk tahun 2025 stok pangan itu aman terkendali. Sampai semester pertama ini juga ketersediaan pangan tidak ada masalah. Yang kami maksud bukan hanya produksi lokal, tetapi juga termasuk pangan yang didatangkan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Elnatan Meidyy Mokoagouw, pada Senin, 20 Juli 2026 saat diwawancarai RRI Manokwari.
Ia menjelaskan, Papua Barat memang masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah untuk beberapa komoditas, khususnya beras. Karena itu, pemerintah turut memperhitungkan distribusi dari Bulog dan distributor sebagai bagian dari sistem penyediaan pangan daerah.
Elnatan menegaskan, kondisi aman tersebut tercermin dari tidak adanya antrean maupun kelangkaan pangan sebagaimana yang kerap terjadi pada komoditas lain seperti bahan bakar minyak. Hal itu menjadi indikator bahwa distribusi pangan berjalan dengan baik.
Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan secara berkala melalui pembaruan data neraca pangan hingga akhir tahun sebagai dasar pengambilan kebijakan apabila terjadi perubahan kondisi pasokan.
Ia berharap koordinasi seluruh pihak dalam menjaga kelancaran distribusi pangan terus diperkuat agar masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pangan dengan harga dan ketersediaan yang stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....