Desa Ramah Perempuan Jadi Strategi Perkuat Perlindungan Anak

  • 24 Jul 2026 09:00 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu fokus pembangunan sosial di Papua Barat. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah terus memperluas berbagai program, termasuk pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) serta penyelenggaraan kegiatan Hari Anak Nasional. Hal ini disampaikan oleh Kepala DP3A Provinsi Papua Barat, Witri, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Ia mengatakan peringatan Hari Anak Nasional yang dipusatkan di Kabupaten Teluk Bintuni pada 23 Juli 2026 akan diisi dengan berbagai layanan bagi anak. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk memastikan hak-hak dasar anak dapat terpenuhi.

Menurutnya, dalam kegiatan tersebut DP3A menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk memberikan layanan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) secara gratis. Selain itu, Dinas Kesehatan juga dilibatkan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada sekitar 500 anak yang akan mengikuti peringatan Hari Anak Nasional.

"Untuk pemenuhan hak anak, kami akan memperingati Hari Anak Nasional yang dipusatkan di Bintuni. Kami mengajak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil memberikan pelayanan gratis penerbitan Kartu Identitas Anak, kemudian Dinas Kesehatan juga memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi sekitar 500 anak yang berpartisipasi," katanya.

Selain pemenuhan hak anak, DP3A juga terus mengembangkan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Saat ini, program tersebut telah berjalan di dua lokasi di Kabupaten Manokwari dan terus disosialisasikan kepada masyarakat agar semakin banyak warga terlibat sebagai relawan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.

Namun demikian, Witri mengakui pengembangan program tersebut masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan anggaran. Kondisi itu membuat perluasan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak belum dapat dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Papua Barat.

Meski menghadapi keterbatasan, DP3A berkomitmen melanjutkan program tersebut secara bertahap agar semakin banyak desa yang mampu memberikan perlindungan dan ruang yang aman bagi perempuan serta anak.

Witri berharap dukungan pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat terwujudnya desa-desa yang ramah perempuan dan peduli anak di Papua Barat, sehingga hak-hak perempuan dan anak semakin terlindungi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....