Gaji Jadi Pondasi Awal Membangun Karier Generasi Muda Indonesia Berkualitas
- 20 Jul 2026 11:32 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Memasuki dunia kerja menjadi fase baru yang dihadapi setiap lulusan sekolah maupun perguruan tinggi. Di tengah beragam pilihan karier, muncul pertanyaan yang kerap menjadi perdebatan, yakni apakah seseorang sebaiknya mengejar gaji tinggi, mengikuti passion, atau lebih mengutamakan keseimbangan hidup. Topik tersebut dibahas dalam program Obrolan SPADA Pro 2 RRI Singaraja, Senin, 20 Juli 2026 bersama mahasiswa Manajemen Ekonomi, I Gede Putra Yasa. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki cara pandang yang realistis ketika memulai karier agar mampu bertahan sekaligus berkembang di dunia kerja.
Putra Yasa menjelaskan bahwa bagi seorang fresh graduate, gaji seharusnya menjadi pondasi awal sebelum memikirkan aspek lain seperti passion maupun work life balance. Hal tersebut bukan berarti mengabaikan minat pribadi, tetapi lebih kepada memastikan kebutuhan hidup dapat terpenuhi terlebih dahulu. Ia menilai banyak lulusan baru memiliki ekspektasi gaji yang tinggi tanpa mempertimbangkan pengalaman dan keterampilan yang masih perlu dikembangkan. "Pada tahap awal, gaji menjadi pondasi agar kebutuhan hidup terpenuhi. Setelah itu barulah kita berbicara tentang passion dan mengembangkan kemampuan," ujar I Gede Putra Yasa.
Menurutnya, pekerjaan pertama dapat dijadikan sebagai batu loncatan untuk membangun pengalaman sekaligus memperkuat portofolio. Semakin banyak pengalaman dan keterampilan yang dimiliki, semakin besar pula peluang seseorang memperoleh pekerjaan dengan penghargaan yang lebih baik. Karena itu, lulusan baru diharapkan tidak mudah menyerah hanya karena pendapatan awal belum sesuai harapan. Proses belajar dan membangun kompetensi dinilai menjadi investasi jangka panjang yang akan menentukan perkembangan karier di masa depan.
Selain itu, Putra Yasa juga menyoroti fenomena sebagian generasi muda yang dinilai terlalu cepat berpindah pekerjaan. Menurutnya, keputusan meninggalkan perusahaan hanya dalam waktu singkat sering kali membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk berkembang dan memperoleh promosi jabatan. Loyalitas serta kesabaran dalam menjalani proses menjadi salah satu faktor yang turut dipertimbangkan perusahaan dalam memberikan penghargaan kepada karyawannya. "Jangan terlalu cepat menilai perusahaan. Berikan waktu untuk belajar, menunjukkan kemampuan, dan membangun pengalaman sebelum mengambil keputusan," ucap I Gede Putra Yasa.
Ia menambahkan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi akan lebih mudah dicapai ketika seseorang telah memiliki kondisi finansial yang stabil serta keterampilan yang terus berkembang. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya berfokus pada besarnya penghasilan, tetapi juga memanfaatkan setiap kesempatan bekerja sebagai sarana meningkatkan kompetensi. Dengan pola pikir tersebut, karier dapat dibangun secara bertahap sehingga menghasilkan kehidupan kerja yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....