GP Ansor Kroya Indramayu Tolak Dugaan Ajaran Menyimpang
- 20 Jul 2026 07:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, menyatakan sikap tegas terhadap dugaan ajaran menyimpang yang meresahkan masyarakat. Organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama tersebut menolak keras ajaran yang diduga dipimpin oleh seorang perempuan bernama Desi beserta jamaahnya.
Pernyataan sikap resmi itu disampaikan oleh Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kroya, Muhammad Khizbullah, melalui tayangan video pada Minggu, 19 Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di wilayah tersebut.
Pernyataan tersebut menanggapi munculnya informasi mengenai ajaran yang menyebut salat tidak wajib dilakukan selama seseorang bersedekah dan menjaga silaturahmi. Khizbullah menilai pemahaman tersebut telah keluar dari ajaran dan prinsip dasar agama Islam.
"Kami menolak secara tegas ajaran atau pemahaman yang disebarkan oleh Ibu Desi beserta jamaahnya. Pemahaman bahwa tidak salat tidak apa-apa, yang penting sedekah dan silaturahmi, merupakan bentuk penyimpangan yang nyata dan keluar dari syariat agama Islam," kata Khizbullah.
Menurut dia, salat lima waktu merupakan kewajiban mutlak (fardu ain) bagi setiap muslim yang mukallaf dan tidak dapat digantikan amalan sosial apa pun. Anggapan bahwa sedekah atau silaturahmi dapat menggantikan kewajiban utama tersebut dinilai bertentangan dengan syariat.
"Salat lima waktu adalah tiang agama dan kewajiban mutlak atau fardu ain bagi setiap muslim yang mukallaf. Kewajiban itu tidak bisa digantikan oleh amalan sosial apa pun, termasuk sedekah dan silaturahmi. Sedekah dan silaturahmi adalah amalan yang mulia, tetapi tidak menghapus kewajiban salat," ujarnya.
Selain menyampaikan penolakan, GP Ansor Kroya mendesak pihak berwenang untuk segera turun tangan melakukan penanganan secara tepat. Penanganan persuasif dan pembinaan dinilai penting agar pemahaman tersebut tidak meluas di tengah masyarakat.
"Kami memohon dan mendesak MUI Kecamatan Kroya, KUA Kecamatan Kroya, serta aparat kepolisian untuk segera mengambil tindakan persuasive. Selain itu melakukan pembinaan, serta langkah hukum yang diperlukan agar pemahaman ini tidak semakin meluas dan meresahkan masyarakat," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa GP Ansor bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kroya siap bersinergi dengan TNI, Polri, serta tokoh agama. Sinergi ini ditujukan untuk menjaga situasi wilayah tetap kondusif dan terhindar dari potensi timbulnya paham radikal.
"Keluarga besar PAC GP Ansor dan Banser Kecamatan Kroya siap bersinergi dengan TNI, Polri, dan tokoh masyarakat. Langkah ini ditujukan untuk menjaga kondusivitas, ketertiban, serta kesucian akidah umat Islam di wilayah Kecamatan Kroya," katanya menuturkan.
Di akhir pernyataannya, GP Ansor mengajak masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama, untuk melaporkan jika menemukan aktivitas serupa di lingkungannya. Pihaknya menyediakan saluran aduan resmi guna mengantisipasi penyebaran ajaran menyimpang tersebut.
"Bagi warga Nahdlatul Ulama yang mengetahui adanya kegiatan tersebut di wilayah Kecamatan Kroya, silakan menghubungi hotline GP Ansor Kecamatan Kroya. Laporan tersebut akan kami teruskan kepada pihak yang berwenang," ucapnya menutup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....