Petani Indramayu Khawatir Kekeringan, Pompanisasi Dinilai Belum Maksimal

  • 12 Jun 2026 13:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Keterbatasan sumber air membuat sejumlah lahan pertanian Indramayu menghadapi ancaman gagal tanam. Kondisi tersebut terjadi terutama pada wilayah yang tidak memiliki jaringan irigasi teknis.

Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Indramayu, Waryono mengatakan pompanisasi menjadi salah satu solusi sementara. Namun kebutuhan air pertanian masih belum sepenuhnya terpenuhi melalui bantuan tersebut.

“Kalau enggak ada hujan mah enggak nyukupin, berapa bau sih berapa hektar paling kekuatannya,” katanya kepada RRI pada Selasa, 09 Juni 2026. Ia menilai pompa hanya mampu membantu sebagian wilayah yang dekat sumber air.

Wilayah Kecamatan Kroya dan Gantar menjadi daerah yang terdampak kekurangan pasokan air pertanian. Sebagian petani memilih tidak menanam karena risiko kerugian semakin besar.

Waryono menjelaskan tanaman membutuhkan air cukup agar pertumbuhan tetap optimal hingga masa panen. Kekurangan air berpotensi menurunkan produktivitas bahkan menyebabkan tanaman mengalami puso.

“Yang jauh lagi itu enggak bisa, udah enggak bisa ditanamin,” ucapnya. Menurutnya kondisi tersebut harus segera mendapat perhatian pemerintah daerah.

Petani berharap pengelolaan sumber air dilakukan secara merata untuk seluruh wilayah. Dengan demikian kebutuhan pengairan dapat terpenuhi selama menghadapi musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....