Relawan Muda PMI Bangun Kepedulian lewat Aksi Nyata Bersama
- 19 Jul 2026 12:25 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Menjadi relawan bukan hanya tentang hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga tentang membangun kepedulian dan solidaritas dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut dibagikan Andika dan Ari, Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng, saat menjadi narasumber dalam Obrolan SPADA PRO 2 RRI Singaraja beberapa waktu lalu. Keduanya menceritakan perjalanan mereka menjadi relawan yang dimulai sejak aktif di Palang Merah Remaja (PMR) saat masih duduk di bangku sekolah hingga kini bergabung sebagai anggota Korps Sukarela (KSR) di perguruan tinggi. Pengalaman tersebut membentuk karakter, rasa tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama yang terus mereka bawa hingga sekarang.
Andika menjelaskan bahwa salah satu pengalaman yang paling berkesan selama menjadi relawan adalah mengikuti pendidikan dan pelatihan atau diklat. Menurutnya, diklat bukan hanya memberikan bekal keterampilan pertolongan pertama, tetapi juga membangun rasa kekeluargaan yang kuat antaranggota. Berbagai kegiatan yang dijalani bersama membuat para peserta belajar bekerja sama, saling percaya, dan mampu menghadapi tantangan sebagai satu tim. "Diklat menjadi pengalaman yang paling membekas karena di sana kami belajar banyak hal sekaligus membangun rasa kekeluargaan yang kuat," ujar Andika. Bekal tersebut menjadi fondasi penting ketika para relawan nantinya diterjunkan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
Setelah menyelesaikan pelatihan, tantangan sesungguhnya dirasakan ketika harus turun langsung ke lapangan. Ari mengungkapkan bahwa menjadi relawan membutuhkan kesiapan mental dan emosional karena situasi yang dihadapi sering kali tidak dapat diprediksi. Mulai dari membantu korban banjir hingga menghadapi kondisi darurat di tengah masyarakat yang terkadang dipenuhi kepanikan, seluruh relawan dituntut tetap tenang agar mampu mengambil keputusan dengan tepat. "Saat berada di lapangan, kami harus mampu mengendalikan emosi, tetap tenang, dan fokus membantu masyarakat yang membutuhkan," ucap Ari. Menurutnya, kemampuan mengontrol diri menjadi salah satu kunci utama dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut, Andika dan Ari juga meluruskan anggapan bahwa pendidikan relawan PMI identik dengan latihan fisik yang berat. Mereka menjelaskan bahwa proses pelatihan saat ini lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, kerja sama tim, serta keterampilan di bidang kesehatan dan pertolongan pertama. PMI juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk bergabung melalui PMR di tingkat sekolah maupun KSR di lingkungan perguruan tinggi. Dengan sistem pembinaan yang berjenjang, para relawan dibekali kemampuan sesuai kebutuhan pelayanan kemanusiaan.
Melalui pengalaman yang mereka bagikan, Andika dan Ari berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menjadi relawan. Selain memperoleh keterampilan yang bermanfaat, bergabung dengan PMI juga menjadi wadah untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong. Mereka juga mengajak anak muda memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak, salah satunya dengan menyebarkan informasi positif mengenai kesiapsiagaan bencana dan aksi kemanusiaan. Dengan kepedulian yang dibangun sejak dini, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....