Minyak Bimoli Langka, Pedagang Waropen Soroti Harga Lampaui HET
- 17 Jul 2026 19:52 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Waropen – Kelangkaan minyak goreng merek Bimoli di Kabupaten Waropen dikeluhkan pedagang eceran. Selain sulit diperoleh, harga sejumlah kebutuhan pokok juga terus mengalami kenaikan dan dinilai tidak lagi sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga berdampak pada pedagang maupun masyarakat.
Kondisi tersebut disampaikan salah seorang pedagang eceran, Yaya, saat ditemui RRI di Waropen, Jumat 17 Juli 2026. Ia mengaku harga berbagai barang dagangan berubah sewaktu-waktu dan membuat pedagang kesulitan menyesuaikan harga jual kepada konsumen.
"Kelangkaan minyak goreng Bimoli menjadi salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat. Akibat stok yang terbatas dan harga yang tinggi, dirinya untuk sementara tidak lagi menjual minyak goreng merek tersebut".Ucapnya
Sebagai alternatif, Yaya hanya menjual minyak goreng merek Lavenia. Harga yang ditawarkan mencapai Rp50.000 untuk kemasan 2 liter, sedangkan kemasan 1 liter dijual seharga Rp 20.000.
Selain minyak goreng, Yaya mengatakan kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas kebutuhan pokok lainnya. Bawang putih, bawang merah, dan cabai mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
"Harga bawang putih dan bawang merah kini mencapai sekitar Rp850.000 per karung. Kenaikan tersebut turut memengaruhi harga jual di tingkat eceran dan membebani para pedagang kecil".Jelasnya
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen. Banyak pembeli mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat dan melebihi HET.
Sebagai pedagang eceran berharap Pemerintah Kabupaten Waropen melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindagkop) segera mengambil langkah nyata untuk mengawasi distribusi serta menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Mewakili pedaganga eceran meminta pemerintah memastikan ketersediaan stok minyak goreng dan bahan pokok lainnya agar kelangkaan tidak terus berlanjut. Pengawasan terhadap rantai distribusi perlu diperketat sehingga harga tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Para pedagang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar pasokan kembali normal dan harga kebutuhan pokok dapat terkendali. Dengan demikian, aktivitas perdagangan dapat berjalan lancar dan daya beli masyarakat Waropen tetap terjaga,"Ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....