FPRB dan Relawan Samarinda Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Musim Kemarau

  • 17 Jul 2026 18:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Samarinda akan memperkuat kesiapsiagaan relawan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat pada musim kemarau. Upaya tersebut akan dilakukan melalui Jambore FPRB se-Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus 2026 di Samarinda.

Ketua FPRB Kota Samarinda, Syaparuddin, mengatakan jambore menjadi wadah bagi para relawan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menghadapi berbagai potensi bencana di daerah masing-masing.

"Kita ingin memfasilitasi satu jambore menjadi ruang dialog yang produktif dari berbagai daerah. Dari forum ini diharapkan lahir masukan dan pengalaman yang bisa diterapkan dalam penanggulangan bencana," kata Syaparuddin, dalam Dialog Kentongan RRI Samarinda, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurutnya, para relawan akan mendapat pelatihan dari sejumlah instansi dan tenaga ahli, seperti BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Basarnas, serta pihak lain yang memiliki pengalaman di bidang kebencanaan.

Materi yang diberikan tidak hanya mencakup penanganan bencana, tetapi juga langkah mitigasi sesuai karakteristik wilayah.

Ketua FPRB Kota Samarinda, Syaparuddin (kanan) dan Ketua Info Taruna Samarinda (ITS) sekaligus Ketua Panitia Jambore FPRB 2026, Joko Iswanto (kiri), saat berdialog di RRI Samarinda. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Sementara itu, Ketua Info Taruna Samarinda (ITS) sekaligus Ketua Panitia Jambore FPRB 2026, Joko Iswanto, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi karhutla perlu menjadi perhatian, terutama bagi Kota Samarinda.

Pasalnya, berdasatkan data yang dihimpun ITS, sejak Januari hingga hingga Juli 2026 telah terjadi 19 kali kebakaran hutan dan lahan.

"Januari hingga Juli itu sudah 19 kali kebakaran hutan dan lahan. Di bulan ini hingga tanggal 12 Juli itu tiga kali kebakaran lahan. Nah, ini satu hal yang harus kita antisipasi bahwa luas daerah Kota Samarinda cukup berpotensi terjadinya kebakaran lahan yang entah itu disengaja maupun tidak," ujar pria yang akrab disapa Jokis itu.

Oleh sebab itu, ia mengungkapkan, jambore FPRB 2026 akan lebih banyak membahas upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pihaknya juga berencana menghadirkan BMKG, pakar kehutanan, dan ahli pertanian sebagai narasumber agar relawan memahami cara mitigasi sesuai kondisi cuaca dan karakteristik lahan.

Sebab, Jokis menambahkan, penanganan kebakaran lahan berbeda dengan kebakaran permukiman. Karena itu, relawan perlu memahami teknik pencegahan dan penanganan yang sesuai agar dapat bertindak cepat dan tepat ketika terjadi karhutla selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....