Disdik Tarakan Pastikan MPLS Berjalan Ramah Anak tanpa Perundungan
- 17 Jul 2026 12:49 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan aman, edukatif, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying). Langkah ini diambil guna menjamin kenyamanan para peserta didik baru selama memasuki fase transisi di satuan pendidikan yang baru.
Penerapan konsep ramah anak dalam MPLS kali ini merujuk langsung pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026. Regulasi teranyar tersebut menekankan pentingnya membangun ekosistem sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Kota Tarakan, Edi Pujianto, menegaskan bahwa pihak sekolah dilarang keras membebankan siswa atau orang tua dengan atribut-atribut yang tidak memiliki esensi pendidikan. Selain itu, segala bentuk tekanan psikologis atau tindakan senioritas dipastikan tidak boleh terjadi di lingkungan sekolah.
Hal tersebut diutarakan Edi Pujianto dalam program dialog interaktif Sapa Kaltara bertajuk "Mencetak Pelajar Tangguh, Kreatif, dan Berkarakter melalui MPLS" yang disiarkan langsung melalui studio RRI Pro 1 Tarakan, Kamis (16/7/2026).
"Bagaimana kita mengkondisikan sekolah kita, mengkondisikan anak-anak kita ini supaya dia melaksanakan pembelajaran itu tadi berkesadaran, bermakna, dan semuanya itu dikerjakan dengan joyful ya, menyenangkan dan menggembirakan. Sehingga tentunya dalam MPLS kali ini sangat dilarang ya untuk mengadakan atribut-atribut yang sama sekali tidak punya makna," ujar Edi Pujianto saat berdialog.
Edi menambahkan, orientasi MPLS tahun ini didorong agar mampu menyajikan pengalaman belajar pertama yang berkesan positif bagi siswa baru. Upaya pencegahan tindak kekerasan ini juga diselaraskan dengan implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Besan).
Selain berfokus pada aktivitas yang menyenangkan, seluruh sekolah jenjang pendidikan dasar di Tarakan juga diwajibkan menerapkan materi utama berupa Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Melalui program ini, siswa diajak membentuk kedisiplinan sejak dini melalui pembiasaan pola hidup sehat dan manajemen waktu yang baik.
Pihak dinas juga mengoptimalkan muatan lokal religi melalui Gerakan Memulai Pembelajaran dengan Membaca Kitab Suci (Gempita) di awal aktivitas sekolah. Sinergi antara penguatan karakter moral, emosional, dan spiritual ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam melahirkan generasi muda Tarakan yang unggul menuju Indonesia Emas 2045. (setya)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....