Rutan Bajawa Skrining TBC bagi 125 WBP dan Petugas Bersama Dinkes

  • 17 Jul 2026 14:31 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada - Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bajawa menggelar skrining kesehatan melalui Tuberculin Skin Test untuk mendeteksi dini penyebaran Tuberkulosis pada Kamis 11 Juli 2026. Kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi Rutan Bajawa bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada dan Puskesmas Langa dalam memperkuat layanan kesehatan.

Skrining kesehatan menyasar seluruh penghuni serta petugas sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan. Sebanyak 110 Warga Binaan Pemasyarakatan dan 15 pegawai Rutan Bajawa mengikuti penyuntikan tuberkulin secara tertib sesuai prosedur medis.

Kepala Rutan Kelas IIB Bajawa, Panji Wicaksono, mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi langkah preventif menghadapi risiko penyebaran Tuberkulosis pada hunian berkapasitas padat. "Kesehatan warga binaan maupun petugas merupakan prioritas utama sehingga deteksi dini perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terukur," katanya.

Panji menjelaskan lingkungan rutan memiliki potensi penularan penyakit lebih tinggi apabila tidak disertai pengawasan kesehatan secara rutin dan menyeluruh. Karena itu, kerja sama dengan instansi kesehatan menjadi strategi penting menjaga kondisi lingkungan pemasyarakatan tetap sehat dan aman.

Metode Tuberculin Skin Test dipilih karena mampu mendeteksi infeksi Tuberkulosis laten sebelum penderitanya menunjukkan gejala klinis yang mengarah pada penyakit aktif. Pemeriksaan dilakukan melalui penyuntikan cairan tuberkulin di bawah kulit lengan bawah untuk kemudian diamati selama beberapa hari.

Dokter Immanuel Gawi Mesang dari Puskesmas Langa menjelaskan seluruh peserta wajib menjalani pemeriksaan lanjutan setelah masa observasi selama empat puluh delapan hingga tujuh puluh dua jam. Pemeriksaan lanjutan bertujuan melihat reaksi kulit sebagai dasar penentuan hasil skrining terhadap kemungkinan infeksi Tuberkulosis laten.

"Hasil pemeriksaan seluruh peserta dijadwalkan diumumkan secara resmi setelah tahapan observasi selesai sesuai ketentuan pemeriksaan medis berlaku. Apabila ditemukan peserta dengan hasil positif infeksi laten, tim medis segera berkoordinasi memberikan penanganan lanjutan beserta terapi pencegahan." ujarnya.

Sinergi antara Rutan Bajawa, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, dan Puskesmas Langa diharapkan terus berlanjut dalam mendukung pelayanan kesehatan warga binaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat deteksi dini penyakit menular sekaligus menjaga lingkungan rutan tetap sehat dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....