Rakor FKUB Se-Kaltim di PPU Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan menuju IKN

  • 16 Jul 2026 08:04 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Polres Penajam Paser Utara (PPU) mengerahkan personel untuk mengamankan pelaksanaan Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kalimantan Timur Tahun 2026 di Gedung Graha Pemuda Kilometer 9, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Rabu 15 Juli 2026.

Pengamanan dilakukan guna memastikan agenda strategis bertema "Perkuat Sinergi dalam Merawat Kerukunan dan Keberlangsungan Ibu Kota Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045" berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Rakor yang diikuti sekitar 175 peserta tersebut mempertemukan unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, pengurus FKUB, organisasi keagamaan, hingga perwakilan kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Hadir di antaranya Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama Muhammad Adib Abdushomad, Wakapolres PPU Kompol Roganda, Dandim 0913/PPU Letkol Inf. Fandy Satria Dwi Wahyuono, serta jajaran Forkopimda.

Kasihumas Polres Penajam Paser Utara, AIPTU Syafruddin, mengatakan pengamanan kegiatan menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung terciptanya ruang dialog yang aman bagi seluruh elemen masyarakat.

"Polres Penajam Paser Utara berkomitmen memberikan pengamanan secara maksimal pada setiap kegiatan masyarakat maupun agenda pemerintahan. Rakor FKUB ini memiliki nilai strategis karena menjadi wadah memperkuat toleransi, mempererat persaudaraan antarumat beragama, serta membangun sinergi seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara," ujarnya.

Menurut Syafruddin, keberhasilan pembangunan IKN tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur, tetapi juga bergantung pada terpeliharanya keamanan sosial dan keharmonisan masyarakat yang hidup di dalamnya. Karena itu, Polri terus mendukung setiap forum yang memperkuat dialog, toleransi, dan persatuan.

Ketua FKUB Kalimantan Timur K.H. Muhammad Rasyid menegaskan tantangan menjaga kerukunan tidak dapat dihadapi oleh FKUB sendiri. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, akademisi, media massa, hingga organisasi kemasyarakatan menjadi kunci untuk mendeteksi sekaligus mencegah potensi konflik sejak dini, terutama di wilayah yang berkembang pesat seperti Penajam Paser Utara.

Senada dengan itu, Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor menilai pembangunan IKN harus berjalan seiring dengan terpeliharanya kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

"Pembangunan IKN harus diiringi dengan terjaganya kedamaian, kondusivitas, dan kerukunan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah akan terus mendukung penguatan sinergi antarlembaga demi kemajuan daerah dan keberlangsungan pembangunan nasional," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, berharap hasil rapat koordinasi tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti di masing-masing daerah sebagai upaya memperkuat toleransi dan persatuan masyarakat Kalimantan Timur.

Selain penyampaian materi dari Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI Muhammad Adib Abdushomad mengenai penguatan kerukunan di tengah pembangunan IKN, kegiatan juga diisi dengan diskusi, penyerahan cenderamata, dan ramah tamah antarpeserta.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polres Penajam Paser Utara bersama unsur pengamanan lainnya melaksanakan pengamanan secara terbuka dan tertutup di seluruh area kegiatan.

Kondisi yang tetap aman dan kondusif mencerminkan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah sebagai fondasi pembangunan Ibu Kota Nusantara menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....