Kebakaran Lahan Hanguskan hingga 100 Hektare di Perbukitan Labuan Bajo
- 15 Jul 2026 21:37 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kebakaran lahan terbuka yang melanda kawasan perbukitan di sekitar Plataran Komodo Resort hingga wilayah Keranga, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil dipadamkan setelah tim gabungan melakukan penanganan selama kurang lebih enam jam pada Rabu 15 Juli 2026.
Laporan kebakaran diterima Pos Pemadam Kebakaran melalui call center pada pukul 14.18 WITA dari pihak Nawa Bajo Resort. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung bergerak ke lokasi dan tiba pada pukul 14.32 WITA dengan waktu respons selama 14 menit.
Sebanyak 19 personel di bawah pimpinan Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran dikerahkan dalam operasi tersebut. Petugas didukung satu unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil suplai air Damkar, satu unit mobil suplai air BPBD, serta satu unit mobil suplai air PDAM.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, tim melanjutkan proses pendinginan (cooling) dengan menyiram seluruh area terdampak guna menurunkan suhu material yang terbakar dan mencegah munculnya api kembali.
Selanjutnya, petugas melakukan penyisiran (mopping up) untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara api yang masih tersisa. Operasi penanganan dinyatakan selesai pada pukul 20.35 WITA dan lokasi dipastikan dalam kondisi aman.
Berdasarkan hasil penanganan, kebakaran berhasil dikendalikan tanpa ditemukan titik api maupun bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan saat pemeriksaan akhir. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 80 hingga 100 hektare.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias Ontong, mengatakan medan yang sulit menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.
“Lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan akses yang cukup sulit. Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja maksimal hingga api berhasil dikendalikan dan dipastikan tidak ada lagi potensi penyalaan kembali,” ujar Yeremias saat di konfirmasi RRI, Rabu malam.
Dirinya juga menjelaskan, selain kondisi geografis yang terjal, petugas juga menghadapi kendala berupa tiupan angin kencang, asap tebal yang mengurangi jarak pandang, serta luasnya area yang terbakar sehingga membutuhkan waktu penanganan lebih lama.
Lebih lanjut, Yeremias mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam operasi tersebut, termasuk dukungan armada suplai air dari BPBD dan PDAM.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi cuaca kering dan angin cukup kencang. Pencegahan menjadi langkah paling efektif agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” katanya.
Guna mengatasi kendala di lapangan, tim menerapkan pemadaman secara terpadu dengan pembagian sektor, mengoptimalkan pasokan air dari seluruh armada yang tersedia, memprioritaskan titik-titik api yang berpotensi meluas, serta melakukan pendinginan dan penyisiran menyeluruh sebelum operasi dinyatakan selesai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....