Komitmen Bersama Perkuat Jejaring Skrining Layak Hamil dan Stunting

  • 16 Jul 2026 15:13 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Waropen – Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen mendorong pembentukan jejaring skrining layak hamil, Antenatal Care (ANC), dan stunting sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak. Komitmen tersebut disepakati dalam Pertemuan Koordinasi Implementasi Jejaring Layanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro) yang berlangsung di Aula Hotel Alvanso Widuri, Rabu 15 Juli 2026.

Kegiatan yang mengusung tema "Bersinergi dalam Mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkualitas Menuju Generasi Emas 2045" itu diikuti jajaran Dinas Kesehatan, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Waropen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen, dr. Jenggo Suwarko, kepada RRI mengatakan seluruh peserta berkomitmen mendukung pembentukan jejaring skrining layak hamil, ANC, dan stunting. langkah tersebut menjadi strategi penting untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan sesuai standar bagi calon pengantin, pasangan usia subur, wanita usia subur, ibu hamil, remaja, hingga balita.

"Melalui jejaring tersebut diharapkan pelayanan skrining dapat dilakukan secara terintegrasi sehingga mampu menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta prevalensi stunting di Kabupaten Waropen. Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan".Ucapnya

Dalam komitmen bersama yang disepakati, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ditetapkan sebagai leading sector yang bertugas mengoordinasikan, mengevaluasi, serta mendukung perencanaan dan penganggaran pembinaan jejaring skrining layak hamil, ANC, dan stunting bersama seluruh mitra terkait.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen bertanggung jawab membimbing puskesmas melakukan pemetaan sasaran serta fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) swasta, meliputi tempat praktik mandiri bidan, praktik mandiri dokter, hingga klinik pratama, termasuk pemetaan sumber daya manusia dan sarana prasarana pendukung pelayanan skrining.

Selain melakukan pembinaan, Dinas Kesehatan juga akan membentuk jejaring dan menyusun nota kesepahaman (MoU) dengan FKTP swasta terkait pelaksanaan skrining layak hamil, ANC, dan stunting. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Komitmen lainnya adalah memastikan setiap fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, memiliki sedikitnya satu konselor Air Susu Ibu (ASI). Keberadaan konselor ASI dinilai penting untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.

Di tingkat pelayanan dasar, setiap puskesmas akan membentuk jejaring dan menjalin perjanjian kerja sama dengan FKTP swasta di wilayah kerjanya guna memperkuat pelaksanaan skrining layak hamil, ANC, dan stunting. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat deteksi dini terhadap faktor risiko kesehatan ibu dan anak".Tambahnya

Selain sektor kesehatan, dukungan juga melibatkan Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), Dinas Sosial, organisasi profesi seperti IDI, IBI, PPNI, Persagi, Tim Penggerak PKK Kabupaten Waropen, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

"Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan ini diharapkan memperkuat implementasi jejaring skrining layak hamil, ANC, dan stunting demi mewujudkan generasi Waropen yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045".Ujarnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....