Pembuat Kamus Bahasa Ansus–Indonesia Berharap Pelestarian Bahasa Daerah Tidak Be

  • 15 Jul 2026 18:45 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui – Elisa Benediktus Ayorbabab, S.Pd.K., salah seorang penyusun Kamus Harian Bahasa Ansus–Indonesia asal Kampung Ansus, Distrik Yapen Barat, Kabupaten Kepulauan Yapen, berharap upaya pelestarian bahasa daerah terus berlanjut dan tidak berhenti pada penerbitan kamus tersebut.

Saat diwawancarai Elisa mengatakan penyusunan kamus dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian Bahasa Ansus agar tidak punah di tengah perkembangan zaman.

"Saya menyusun kamus ini karena ingin Bahasa Ansus tetap hidup dan tidak hilang begitu saja. Bahasa adalah identitas dan jati diri suatu masyarakat. Kalau bahasa hilang, maka jati diri kita juga perlahan akan hilang," ujarnya.

Menurut Elisa, tujuan utama penyusunan kamus adalah menjadi sarana pembelajaran sekaligus dokumentasi bahasa bagi generasi muda agar tetap mengenal dan menggunakan bahasa daerahnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, khususnya Bupati dan Dinas Pendidikan, atas dukungan yang diberikan selama proses penyusunan kamus. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada keluarga serta rekan-rekan yang telah membantu hingga kamus tersebut dapat diselesaikan.

Di akhir wawancara, Elisa berpesan agar upaya pelestarian bahasa daerah tidak berhenti sampai di sini.

"Saya berharap kamus ini menjadi awal dari pelestarian bahasa-bahasa daerah lainnya di Kabupaten Kepulauan Yapen. Kita memiliki tujuh suku dengan bahasa yang berbeda-beda. Semoga ke depan masing-masing bahasa juga dapat didokumentasikan agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....