Tak Hanya Anak Muda, Lansia juga Rentan Terjerat Narkotika

  • 14 Jul 2026 08:53 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng mengungkapkan bahwa penyalahgunaan narkotika tidak lagi didominasi kalangan usia muda. Fenomena tersebut kini juga ditemukan pada kelompok lanjut usia (lansia), sehingga menjadi perhatian serius dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Buleleng.

Kepala BNNK Buleleng, Komang Yuda Murdianto, S.H., M.H., mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah pasien penyalahguna narkotika yang berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk seorang lansia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman narkotika dapat menjangkau siapa saja tanpa memandang usia. Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

"Kami di kantor sudah menerima beberapa pasien yang terdampak narkotika. Salah satunya seorang lansia. Ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkotika tidak hanya terjadi pada anak muda, tetapi juga orang yang sudah menjadi kakek," ujarnya pada Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Komang Yuda, keterlibatan lansia dalam penyalahgunaan narkotika sangat memprihatinkan karena mereka seharusnya menjadi teladan bagi anak, cucu, dan lingkungan keluarga. Apabila orang tua justru terjerat narkoba, maka fungsi keluarga sebagai benteng pertama pencegahan penyalahgunaan narkotika akan melemah. Situasi tersebut dinilai dapat berdampak pada kualitas pendidikan karakter di lingkungan rumah.

"Yang sangat kami sayangkan, ketika orang tua atau kakek justru terpapar narkotika, mereka tidak lagi bisa memberikan edukasi dan pendidikan yang baik kepada anak-anak maupun cucunya," katanya.

Meski demikian, BNNK Buleleng menegaskan tidak akan surut dalam menjalankan tugas pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Sosialisasi terus dilakukan secara berkelanjutan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari lingkungan pendidikan, komunitas, hingga keluarga. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba.

Komang Yuda menegaskan bahwa ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk lingkungan yang bebas dari narkotika. Menurutnya, setiap orang tua harus menjadi pelopor hidup sehat tanpa narkoba dengan memberikan contoh yang baik kepada anggota keluarganya. Langkah sederhana di rumah dinilai memiliki dampak besar dalam mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini.

"Yang utama adalah menjadikan keluarga sebagai pelopor hidup sehat tanpa narkoba. Kita sebagai orang tua harus menjadi pelopor di keluarga sendiri untuk melindungi anak-anak dari bahaya narkotika," ucapnya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif membangun komunikasi dengan anak-anak dan memberikan edukasi mengenai bahaya narkotika sejak usia dini. Orang tua diharapkan mengawasi aktivitas anak, mengingatkan agar tidak sembarangan bergaul, tidak keluar malam tanpa tujuan yang jelas, serta tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang asal-usulnya tidak diketahui. Menurutnya, pencegahan yang dimulai dari lingkungan keluarga akan menjadi benteng paling efektif dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....