Cara Tetap Dekat dengan Al Quran meski Padat Aktivitas
- 13 Jul 2026 21:25 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kesibukan bekerja maupun menempuh pendidikan kerap dijadikan alasan untuk menunda belajar Al Quran. Padahal, kemajuan teknologi dan pengelolaan waktu yang baik membuka peluang bagi siapa saja untuk tetap mempererat hubungan dengan kitab suci meski memiliki aktivitas yang padat.
Pengurus Pondok Tahfidz Milenial Ashqaf dan Maryam College Kubu Raya, Julaiha mengatakan, banyak masyarakat yang ingin belajar Al Quran, tetapi merasa tidak memiliki cukup waktu. Menurutnya, kondisi tersebut justru melatarbelakangi lahirnya berbagai kegiatan pembelajaran yang dapat diikuti secara fleksibel oleh berbagai kalangan.
| Baca juga: Al Quran, Petunjuk Hidup Sepanjang Hayat |
"Sekarang belajar Al Quran bisa dilakukan dari mana saja karena teknologi sudah sangat membantu, sehingga yang paling utama adalah kemauan untuk memulainya," ungkap Julaiha dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Senin 13 Juli 2026.
Dijelaskan, kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang yang beragam. Mulai dari mahasiswa, karyawan, hingga orang tua lanjut usia tetap berupaya menyisihkan waktu setiap hari untuk membaca, menghafal, dan memahami kandungan Al Quran melalui pembelajaran secara daring.
"Ada peserta yang bekerja di perbankan, ada yang sedang kuliah, ada pula bapak dan ibu yang usianya sudah tidak muda lagi. Mereka tetap bisa mengikuti kegiatan menghafal satu ayat setiap hari, membaca Al Quran, hingga menyetorkan hafalan secara daring sesuai waktu luang masing-masing," katanya.
Dikatakan, pendekatan tersebut diharapkan mampu menghapus anggapan bahwa belajar Al Quran hanya dapat dilakukan oleh santri yang tinggal di pondok pesantren. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memulai, bahkan cukup dengan membiasakan diri membaca satu ayat setiap hari secara konsisten.
"Jangan menunggu waktu luang untuk mulai belajar Al Quran, tetapi jadikan Al Quran sebagai bagian dari jadwal harian kita. Jika kita menyibukkan diri bersama Al Quran, insyaallah Allah akan memudahkan urusan lain dalam kehidupan," tuturnya.
Julaiha berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda dan para pekerja, tidak lagi menjadikan padatnya aktivitas sebagai hambatan untuk belajar Al Quran. Dengan langkah sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan, kebiasaan tersebut diyakini mampu membentuk karakter yang lebih baik sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....