Bangun Sekolah Bebas Bullying, Siswa Baru Jadi Sasaran Awal Sosialisasi Polisi

  • 14 Jul 2026 08:23 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Polresta Bulungan bergerak cepat mencegah praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah sejak hari pertama masuk sekolah.

Melalui Sat Binmas, kepolisian memberikan edukasi kepada peserta didik baru SDN 012 Tanjung Selor dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).

Sosialisasi tersebut menjadi langkah preventif untuk membangun kesadaran siswa sejak dini agar menolak segala bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial.

Selain mengenalkan dampak serius bullying terhadap korban dan pelaku, polisi juga menanamkan pentingnya budaya saling menghormati, peduli, dan berani melaporkan setiap tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.

Kasat Binmas Polresta Bulungan, IPTU Yudi Harianta, menegaskan bahwa pencegahan bullying tidak bisa ditunda dan harus dimulai sejak awal anak memasuki dunia pendidikan.

"Melalui kegiatan MPLS ini kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa bullying dalam bentuk apa pun tidak boleh dilakukan. Baik secara fisik, verbal maupun melalui media sosial, semuanya dapat memberikan dampak buruk bagi korban," tegas IPTU Yudi Harianta.

Ia menambahkan, Polresta Bulungan akan terus memperkuat sinergi dengan pihak sekolah untuk membangun karakter peserta didik yang disiplin, saling menghargai, dan berani menyampaikan apabila mengetahui ataupun menjadi korban perundungan.

"Kami mengajak seluruh siswa untuk saling menghormati, berteman dengan baik, dan tidak takut menyampaikan kepada guru atau orang tua apabila mengalami maupun melihat tindakan bullying. Pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan bersama antara sekolah, keluarga, dan kepolisian," ujarnya.

Menurut IPTU Yudi, kehadiran polisi di sekolah bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra pendidikan dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak, serta taat terhadap aturan.

"Harapan kami, sejak dini anak-anak memahami pentingnya menghargai perbedaan, menjunjung nilai persahabatan, dan menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman," pungkasnya. (rln)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....