MPLS Ramah Dimulai, Murid Baru Dibekali Etika Digital dan Karakter

  • 13 Jul 2026 11:44 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dimulai serentak di seluruh jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP di Kabupaten Buleleng. Pembukaan dipusatkan di SMP Negeri 3 Banjar sebagai simbol dimulainya MPLS yang mengedepankan pendidikan karakter, lingkungan belajar yang aman, serta sekolah ramah anak.

Sebanyak 28.371 murid baru mengikuti MPLS yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 8.199 murid PAUD/TK, 10.018 murid SD, dan 10.154 murid SMP yang tersebar di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Buleleng.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan MPLS merupakan implementasi Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter sejak hari pertama.

"MPLS merupakan momentum bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, memahami budaya sekolah, sekaligus membangun karakter yang akan menjadi bekal mereka selama menempuh pendidikan," ujarnya.

Selama pelaksanaan MPLS, murid baru dibekali materi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, etika bermedia sosial, budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S), serta Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Peserta juga dikenalkan pada tata tertib sekolah, keselamatan berlalu lintas, penguatan literasi dan numerasi, serta berbagai kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler di sekolah.

Selain itu, materi MPLS juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan, kekerasan, penyalahgunaan NAPZA, maupun dampak negatif media sosial. Para murid diajak membangun sikap disiplin, tanggung jawab, gotong royong, serta menghormati guru, teman, dan seluruh warga sekolah.

Disdikpora juga mengingatkan seluruh guru dan panitia agar melaksanakan MPLS secara edukatif, menyenangkan, inklusif, dan tanpa praktik perpeloncoan. Orang tua diharapkan turut berperan aktif mendampingi anak selama masa transisi serta menjalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah.

"Kami ingin seluruh peserta didik merasa aman, nyaman, dan bangga menjadi bagian dari sekolahnya. Mereka juga harus mampu menolak segala bentuk perundungan, kekerasan, maupun pengaruh negatif agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter," ucap Surya Bharata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....