Ribuan Siswa Baru di Buleleng Ikuti MPLS Ramah Berbasis Karakter 2026

  • 13 Jul 2026 10:55 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dimulai di Kabupaten Buleleng, Senin 13 Juli 2026. Sebanyak 28.371 peserta didik baru dari jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP mengikuti kegiatan yang menjadi langkah awal pembentukan budaya belajar, karakter, serta lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.

Pembukaan MPLS Ramah dipusatkan di SMP Negeri 3 Banjar dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata yang mewakili Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh satuan pendidikan sebagai implementasi Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Dalam arahannya, Surya Bharata menegaskan bahwa MPLS tidak lagi dimaknai sebagai kegiatan orientasi semata. Menurutnya, masa pengenalan sekolah merupakan tahapan penting untuk membantu peserta didik baru mengenal lingkungan belajar, membangun hubungan sosial yang sehat, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sejak hari pertama memasuki sekolah.

"Kami ingatkan pentingnya menjunjung tinggi etika dan integritas sebagai pondasi kesuksesan. Selain itu, siswa didorong untuk terus mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, serta berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dengan menolak segala bentuk perundungan, kekerasan, maupun perilaku negatif lainnya," ucapnya.

Disdikpora juga mengingatkan seluruh guru dan panitia agar pelaksanaan MPLS berlangsung secara edukatif, menyenangkan, inklusif, dan ramah anak tanpa adanya praktik perpeloncoan maupun hukuman fisik. Seluruh peserta didik diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang setara, sekaligus mendapatkan penguatan pendidikan karakter, pelestarian budaya Bali, serta edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, judi daring, dan dampak negatif media sosial.

Selain itu, peran orang tua dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan proses adaptasi peserta didik di sekolah. Orang tua diajak membangun komunikasi yang intensif dengan pihak sekolah, mendampingi anak selama masa transisi, serta mengawasi penggunaan gawai agar tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan bijak memanfaatkan teknologi.

Ketua Komite Widya Santi SMP Negeri 3 Banjar, Nyoman Aryawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Buleleng yang menunjuk sekolahnya sebagai lokasi pembukaan MPLS Ramah tahun ini. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui kolaborasi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan pemerintah.

"Kami berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga mampu melahirkan generasi Buleleng yang unggul, sehat, berkarakter, dan siap menyongsong terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045," katanya.

Tercatat sebanyak 28.371 murid baru mengikuti MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, terdiri atas 8.199 peserta didik jenjang PAUD/TK, 10.018 siswa SD, dan 10.809 siswa SMP. Selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, peserta akan mengikuti berbagai materi, di antaranya Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, etika bermedia sosial, budaya senyum, salam, sapa, sopan dan santun, serta Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bekal membangun budaya sekolah yang positif sejak awal tahun ajaran.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....