Mahasiswa DKV: AI Tak Gantikan Kreativitas Desainer

  • 10 Jul 2026 15:40 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mengubah cara industri kreatif bekerja. Namun, mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero menilai AI hanya menjadi alat bantu, bukan pengganti kreativitas dan proses berpikir seorang desainer.

Pandangan tersebut disampaikan William, Avni, dan Andri saat menjadi narasumber dalam program Cerita Langsung Bareng Komunitas (CLBK) Pro 2 RRI Ende, Senin, 6 Juli 2026. Mereka menegaskan kemajuan AI membuka peluang mempercepat proses produksi karya, tetapi tetap membutuhkan riset, empati, dan pemahaman terhadap kebutuhan klien yang tidak dapat sepenuhnya dilakukan mesin.

Menurut mereka, AI sangat membantu dalam mencari referensi visual, menyusun ide, hingga mempercepat penyelesaian pekerjaan saat menghadapi tenggat waktu. Pengalaman selama praktik kerja lapangan di RRI menjadi bukti bahwa AI mampu mendukung proses produksi konten, seperti penyuntingan video dan penyusunan naskah visual, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih efisien tanpa mengurangi kualitas.

Meski demikian, mereka mengingatkan kualitas sebuah desain tetap ditentukan oleh kemampuan manusia membaca karakter audiens dan memahami konteks sosial maupun budaya. Desain yang efektif lahir melalui riset, komunikasi dengan klien, serta proses kreatif yang mempertimbangkan identitas lokal, sesuatu yang dinilai belum mampu dipahami AI secara utuh.

Mereka juga menyoroti pentingnya etika penggunaan AI, terutama terkait hak cipta dan originalitas karya. Pemanfaatan teknologi harus tetap menghormati kepemilikan intelektual serta tidak menjadikan hasil karya orang lain sebagai materi yang digunakan tanpa izin. Karena itu, AI sebaiknya diposisikan sebagai pendukung kreativitas, bukan sumber utama penciptaan karya.

Ketiganya optimistis profesi desainer tetap memiliki prospek di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Mereka menilai kebutuhan akan logo, identitas visual, fotografi, videografi, hingga komunikasi merek tetap memerlukan sentuhan manusia yang mampu memahami nilai, cerita, dan tujuan sebuah produk atau organisasi.

Mereka pun mengajak generasi muda untuk tidak ragu memilih DKV karena bidang ini menawarkan ruang luas untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menjawab kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....