Siapkan Guru Matematika Abad 21: Prodi Matematika Unika Bedah Kurikulum OBE dan AI
- 10 Jun 2026 16:57 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menggelar Seminar Rutin Pendidikan Matematika bertajuk “Transformasi Pembelajaran Matematika Berbasis Outcome-Based Education (OBE)”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus pada Sabtu, 6 Juni 2026 itu diikuti sekitar 200 mahasiswa calon guru matematika.
Seminar tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, transformasi digital, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran matematika.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Maximus Tamur, M.Pd., mengatakan transformasi pembelajaran matematika merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
“Transformasi pembelajaran matematika adalah keniscayaan untuk menjawab tuntutan pendidikan masa depan,” ujarnya.
Menurut Maximus, program studi berkomitmen menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi, memahami konteks sosial budaya, serta memiliki kompetensi sebagai pendidik abad ke-21.
Ia menjelaskan seminar rutin tersebut menjadi bagian dari strategi program studi dalam memperluas wawasan mahasiswa terkait isu-isu aktual pendidikan matematika, mulai dari pengembangan kurikulum, pembelajaran di sekolah, etnomatematika, transformasi digital, hingga pemanfaatan AI dalam pendidikan.
Seminar menghadirkan lima narasumber yang membahas transformasi pembelajaran matematika dalam kerangka Outcome-Based Education (OBE) dari berbagai perspektif.
Narasumber pertama, Dr. Kristianus Viktor Pantaleon, M.Pd., menekankan pentingnya pembaruan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran serta penguatan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas mahasiswa di era digital.
Sementara itu, Fransiskus Nendi, M.Pd., mengulas tantangan pembelajaran matematika di sekolah, termasuk keragaman kemampuan siswa, motivasi belajar, dan keterbatasan sarana yang menuntut guru lebih adaptif dalam memilih strategi pembelajaran.
| Baca juga: Yohanes Surya Ungkap Potensi Hebat Anak NTT |
Romo Emilianus Jehadus, S.S., M.Pd., menyoroti pentingnya etnomatematika sebagai pendekatan yang mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna.
Selanjutnya, Kanisius Mandur, M.Pd., memaparkan peran transformasi digital dalam pembelajaran melalui pemanfaatan platform daring dan media interaktif untuk mendukung pencapaian hasil belajar.
Adapun Pangkarius Buyung Teno, S.Pd., membahas peluang dan tantangan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran matematika. Menurutnya, AI dapat mendukung proses belajar yang lebih personal dan adaptif, namun tetap membutuhkan kesiapan guru serta literasi digital yang memadai.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi yang membahas penerapan OBE, tantangan pembelajaran matematika, etnomatematika, transformasi digital, dan penggunaan AI dalam dunia pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Pendidikan Matematika Unika Santu Paulus Ruteng menegaskan komitmennya dalam menyiapkan calon guru yang profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....