KAI Sumbar Terapkan Biodiesel B50 Bertahap
- 10 Jul 2026 04:30 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Divre II Sumatera Barat (Sumbar) mulai menerapkan penggunaan biodiesel B50 sebagai bentuk dukungan terhadap program transisi energi nasional. Kebijakan ini dilakukan seiring pemberlakuan mandatori biodiesel B50 oleh pemerintah sejak 1 Juli 2026 untuk mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan di sektor transportasi.
Kepala Humas KAI Sumbar, Reza Shahab mengatakan pihaknya telah menyiapkan seluruh aspek operasional guna mendukung implementasi biodiesel B50, mulai dari kesiapan sarana, pengujian teknis hingga penguatan aspek keselamatan. Langkah tersebut dilakukan agar proses transisi berlangsung bertahap, aman, dan tidak mengganggu keandalan layanan kereta api kepada masyarakat.
Reza menyampaikan KAI Sumbar mendukung penuh penerapan mandatori biodiesel B50 sebagai bagian dari transformasi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan. "Seluruh sarana diesel telah dipersiapkan melalui serangkaian pengujian teknis dan evaluasi operasional sehingga penggunaan B50 dapat diterapkan dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan perjalanan, serta kualitas pelayanan kepada pelanggan," ucapnya, Kamis, 9 Juli 2026.
Reza menyampaikan implementasi biodiesel B50 dilakukan secara terukur melalui tahapan pengujian, pemantauan, dan evaluasi berkelanjutan. Langkah tersebut bertujuan memastikan penggunaan B50 tetap memenuhi standar keselamatan operasional sekaligus menjaga performa sarana dalam melayani masyarakat.
"Sebagai tahap awal, KAI Divre II Sumbar mulai menggunakan biodiesel B50 pada KRD Minangkabau Ekspres dan Lokomotif CC 2018352 sejak 7 Juli 2026. Selanjutnya, penggunaan bahan bakar tersebut akan diterapkan secara bertahap pada seluruh sarana diesel yang beroperasi di wilayah Divre II Sumbar sesuai kesiapan teknis dan ketersediaan pasokan," ujar ya.
Sebelum diterapkan secara luas kata Reza, PT KAI bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melaksanakan uji terap biodiesel B50 pada sarana perkeretaapian berbasis diesel. Pengujian dilakukan terhadap performa mesin, konsumsi bahan bakar, kualitas emisi, hingga ketahanan operasional untuk memastikan keamanan dan keandalan selama perjalanan.
Penerapan biodiesel B50 menjadi "kelanjutan dari implementasi B35 dan B40 yang sebelumnya telah dijalankan KAI dalam operasional perkeretaapian. Selain mendukung ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, kebijakan ini juga diharapkan mampu menekan emisi karbon serta memperkuat komitmen KAI menghadirkan layanan transportasi publik yang berkelanjutan," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....