Festival Bahari Yapen 2026 Resmi Lestarikan Budaya Bahari Dorong Ekonomi
- 08 Jul 2026 17:13 WIB
- Serui
RRI.CO.ID Serui – Festival Bahari Yapen Tahun 2026 resmi dibuka di Kampung Krembi, Distrik Pulau Kurudu, Rabu 8 Juli 2026Mengusung tema "Ombak Bertemu Budaya", festival yang berlangsung hingga 10 Juli ini menjadi wadah pelestarian budaya bahari sekaligus penguatan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Ketua Panitia Festival Bahari Yapen, Musa Wabes, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan melestarikan tradisi memancing ikan tenggiri secara tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Pulau Kurudu.
Festival juga mengangkat permainan tradisional lempar tombak, meningkatkan kunjungan wisata, memberdayakan pelaku UMKM lokal, serta memperkuat jaringan ekonomi perikanan tradisional.
Menurut Musa Wabes, tema "Ombak Bertemu Budaya" dipilih karena menggambarkan kondisi geografis Pulau Kurudu yang kerap menghadapi musim ombak besar sehingga akses menuju pulau sering terkendala. Meski demikian, masyarakat tetap menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur sebagai identitas yang harus dipertahankan.
"Festival dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, di antaranya lomba memancing ikan tenggiri secara tradisional dengan hadiah utama satu unit sepeda motor, lomba menyanyi, lomba Yospan, serta lomba mengolah ikan tenggiri. Panitia juga akan mengusulkan tradisi memancing menggunakan pete-pete dan siosinai atau lempar tombak sebagai Warisan Budaya Tak Benda karena dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Pulau Kurudu,"ujarnya.
Festival Bahari Yapen 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga. Dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan festival tersebut.
Roi Palunga mengatakan Festival Bahari Yapen diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dalam upaya pelestarian budaya sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan perikanan di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Menurutnya, budaya masyarakat Yapen tumbuh dan berkembang seiring kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut, mulai dari tradisi mencari nafkah, menyambut musim panen, hingga seni dan cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
"Melalui Festival Bahari Yapen 2026, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan warisan budaya bahari sebagai jati diri masyarakat Yapen, mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan kelestarian lingkungan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, mempererat persaudaraan antarsuku dan antarpulau,serta mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan meneruskan nilai-nilai luhur budaya nenek moyang agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Kepulauan Yapen,"ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....