Memilah Sampah Masih jadi PR Pengunjung PKB

  • 06 Jul 2026 15:28 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Denpasar - Kemeriahan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 ini sukses menyedot antusiasme pengunjung. Namun, di balik megahnya panggung pelestarian budaya tersebut, persoalan klasik terkait manajemen sampah masih menjadi tantangan. Kesadaran masyarakat untuk membuang dan memilah sampah secara mandiri dinilai masih kurang.

Luasnya areal Taman Budaya Art Center Denpasar yang menjadi pusat kegiatan PKB menuntut kerja ekstra dari tim kebersihan. Salah satu sosok yang berada di garda terdepan adalah Made Oka, seorang petugas kebersihan di bawah naungan Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali yang sudah mengabdi selama kurang lebih 10 tahun di kawasan tersebut.

Made Oka mengungkapkan bahwa timnya harus berjibaku menjaga kebersihan seluruh kawasan PKB yang sangat luas dengan 15 orang personel, terdiri dari tenaga outsourcing, kontrak UPTD, dan PPPK paruh waktu. Meski mengakui ada peningkatan kesadaran dibanding tahun-tahun sebelumnya namun masih belum memenuhi harapan. Edukasi dinilai masih harus terus digalakkan karena masyarakat masih abai, baik dari segi tempat membuang maupun cara memilah sampah.

"Masih perlu pembelajaran mungkin ya untuk mengedukasi masyarakat, masalah kesadaran masyarakat ini perlu diedukasi lebih lanjut. Mereka biasanya buang sampahnya sembarangan, atau milah-milahnya itu enggak benar. Kadang, di mana mereka duduk, sampahnya langsung mereka tinggal begitu saja. Kita juga sudah siapkan tempat sampah organik, anorganik dan residu tapi sampai saat ini masih banyak yang nyampur,” ujar Made Oka, saat ditemui disela-sela kesibukannya membersihkan areal PKB Sabtu, 4 Juli 2026.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sampah langsung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tahun ini petugas diwajibkan melakukan pemilahan langsung di area Art Center. Sampah dimasukkan ke polybag untuk anorganik dan organik. Hal itu membuat beban kerja tim kebersihan menjadi lebih berat dan memakan waktu.

Melihat rumitnya proses pemilahan akibat jenis kemasan yang beragam, dia mengharapkan ada regulasi terkait standarisasi kemasan bagi para pelaku UMKM kuliner yang mengisi stan PKB. Utamanya untuk mempermudah proses pemilahan sampah.

"Untuk ke depan yang melibatkan UMKM kuliner, kalau bisa diseragamkan aja materialnya. Kalau memang harus pakai karton (kotak kertas), ya seragamkan pakai karton saja, tidak usah pakai organik atau daun-daun lagi, biar tidak terlalu rumit. Misalnya sudah pakai karton, tapi ada daun lagi di dalamnya. Itu yang bikin kita sulit," ujar Made Oka mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....