Minat Kerja ke Luar Negeri Meningkat, Monarch Bali Perkuat Pelatihan dan Jaringan

  • 06 Jul 2026 15:20 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Monarch Bali meluncurkan program Bright Hospitality Awareness di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penempatan kerja bagi generasi muda Bali.
  • Jumlah peserta baru tahun ajaran 2026–2027 menjadi yang tertinggi di antara semua cabang Monarch Bali, menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pelatihan yang membuka akses kerja internasional.
  • Monarch Bali telah menempatkan lebih dari 200 peserta untuk program internship dan pelatihan di Amerika Serikat serta memiliki kerjasama penempatan di beberapa negara lain untuk membuka peluang karier yang lebih baik.

RRI.CO.ID, Singaraja – Meningkatnya minat generasi muda Bali untuk berkarier di luar negeri menjadi perhatian Monarch Bali. Melalui program Bright Hospitality Awareness yang dibuka di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Senin, 6 Juli 2026, lembaga pelatihan kerja tersebut menegaskan komitmennya memperkuat kualitas pendidikan sekaligus memperluas peluang penempatan kerja bagi lulusannya.

Corporate Excellence Manager Monarch Bali, I Ketut Sudama, S.M, M.M, mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap pendidikan hospitality terus meningkat pada tahun ajaran 2026–2027. Bahkan, menurutnya, jumlah peserta baru menjadi yang tertinggi dibandingkan cabang Monarch Bali di daerah lain.

Ia menilai tingginya minat tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pelatihan yang mampu membuka akses kerja hingga ke luar negeri.

Direktur Monarch Bali Singaraja, I Made Ngurah Wedana, S.H, menjelaskan bahwa tugas utama lembaga pelatihan kerja adalah mendidik dan melatih calon tenaga profesional. Sementara proses penempatan dilakukan melalui kerja sama dengan agen resmi yang telah memiliki kemitraan dengan Monarch Bali.

"Saat ini lebih dari 200 peserta kami sedang menjalani program internship atau pelatihan di Amerika Serikat. Selain itu, kami juga memiliki kerja sama penempatan dan program magang di beberapa negara lain," ujarnya.

Menurutnya, peluang bekerja di luar negeri masih menjadi pilihan banyak generasi muda karena menawarkan jenjang karier dan pendapatan yang lebih baik. Namun, keberhasilan penempatan tersebut tetap harus didukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, pihak Monarch Bali juga berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat daya saing pariwisata Bali dengan menyelesaikan berbagai persoalan, seperti kemacetan dan pengelolaan sampah.

"Pariwisata sangat sensitif terhadap berbagai isu. Karena itu, kita perlu bersama-sama menjaga kualitas destinasi agar kepercayaan wisatawan tetap terjaga dan peluang kerja di sektor pariwisata semakin terbuka," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....