BPBD Samarinda Dorong Setiap Keluarga Miliki Tas Siaga Bencana

  • 05 Jul 2026 15:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Samarinda mendorong setiap keluarga untuk menyiapkan tas siaga bencana sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi kondisi darurat. Edukasi ini disampaikan dalam kegiatan Sapa ASN yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BKPSDM Kota Samarinda.

Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kota Samarinda, Hamzah Umar, mengatakan tas siaga bencana merupakan perlengkapan dasar yang sebaiknya tersedia di setiap rumah tangga. Menurutnya, tas tersebut perlu ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau oleh seluruh anggota keluarga agar dapat digunakan dengan cepat saat situasi darurat terjadi.

Hamzah menjelaskan, isi tas siaga bencana tidak harus kompleks, namun harus mencakup kebutuhan pokok yang dibutuhkan untuk bertahan dalam kondisi darurat. Beberapa perlengkapan dasar yang disarankan antara lain dokumen penting, obat-obatan pribadi, perlengkapan pertolongan pertama atau P3K, pakaian ganti, air minum, serta makanan siap konsumsi.

"Yang terpenting bukanlah bentuk atau jenis tas yang digunakan, melainkan kesiapan keluarga dalam mengakses dan memanfaatkan perlengkapan dasar tersebut saat bencana terjadi," kata Hamzah, pada Jumat 3 Juli 2026.

Selain itu, Hamzah juga mengingatkan pentingnya penyimpanan dokumen penting seperti ijazah, kartu keluarga, sertifikat tanah, dan buku nikah dalam wadah yang kedap air. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi kerusakan dokumen akibat banjir maupun jenis bencana lainnya yang berpotensi merusak barang berharga.

Tidak hanya itu, BPBD Kota Samarinda juga mengimbau setiap keluarga untuk melakukan latihan evakuasi secara sederhana dan rutin, minimal setiap enam bulan sekali. Latihan ini dinilai penting agar seluruh anggota keluarga memahami peran dan langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Menurut Hamzah, masih banyak korban bencana yang terjadi karena masyarakat belum mengetahui atau belum terbiasa dengan prosedur penyelamatan diri saat bencana berlangsung. Oleh karena itu, edukasi dan latihan kesiapsiagaan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

"Kalau terjadi bencana, yang menyelamatkan kita pertama kali adalah kesiapsiagaan diri dan keluarga sendiri," ujar Hamzah Umar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....