Pemkab Kukar Dorong Remaja Jadi Agen Perubahan Melalui Ajang Duta GenRe 2026
- 30 Jun 2026 15:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Akhmad Taufik Hidayat, membuka Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2026 di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Sabtu 27 Juni 2026 malam.
Mewakili Bupati Kutai Kartanegara, Akhmad Taufik Hidayat mengatakan Program Generasi Berencana (GenRe) merupakan program strategis yang dikembangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan sasaran remaja berusia 10 hingga 24 tahun yang belum menikah.
Menurutnya, Program Ketahanan Remaja saat ini harus terus beradaptasi karena menyasar Generasi Z yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.
"Program ini harus dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prinsip Meaningful Youth Participation atau pelibatan remaja secara bermakna. Artinya, remaja harus menjadi subjek, bukan sekadar objek program. Mereka harus terlibat sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi," katanya.
Ia menjelaskan, salah satu bentuk partisipasi aktif tersebut dapat diwujudkan dengan menjadi Pendidik Sebaya, Konselor Sebaya, pengurus Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja, maupun aktif di Forum GenRe Kabupaten.
Menurutnya, wadah tersebut menjadi ruang yang aman bagi remaja untuk mengembangkan kepedulian sosial, menyalurkan ide dan kreativitas, serta menyampaikan aspirasi sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Akhmad Taufik Hidayat mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, mulai dari pengaruh pergaulan bebas hingga penyalahgunaan narkoba.
"Kita tidak bisa menutup mata terhadap permasalahan yang dihadapi generasi muda saat ini. Arus modernisasi dan penggunaan gawai sering kali membuka peluang yang menjerumuskan remaja pada pergaulan bebas, seks pranikah, hingga penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut dapat merusak masa depan remaja dan keluarganya," ujarnya.
Ia mengatakan, berbagai persoalan tersebut tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga masih ditemukan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kasus penyalahgunaan narkoba, kehamilan di luar nikah, hingga pernikahan usia dini masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan nilai keimanan dan pendidikan karakter sebagai benteng bagi generasi muda. Pemerintah bersama BKKBN terus mengoptimalkan berbagai program pembinaan remaja agar mampu melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Kepada para finalis Duta GenRe 2026, Akhmad berharap seluruh bekal yang diperoleh selama masa karantina dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi inspirasi bagi remaja lainnya.
"Kalian adalah role model bagi remaja di Kabupaten Kutai Kartanegara. Bawalah selalu misi positif ini, jauhi seks pranikah, cegah pernikahan usia dini, serta katakan tidak pada minuman keras dan narkoba. Perilaku negatif tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga keluarga, masyarakat, dan masa depan daerah," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....