Damkar Manggarai Barat Berhasil Kendalikan Kebakaran Lahan 11 Hektare
- 30 Jun 2026 09:36 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Tim Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Manggarai Barat berhasil mengendalikan kebakaran lahan terbuka seluas kurang lebih 11 hektare di kawasan Bukit sebelah utara Mohini Resort hingga Plataran Resort, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 27 Juni 2025.
Laporan kebakaran diterima melalui call center pada pukul 10.56 WITA dari salah seorang karyawan Mohini Resort. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpol PP melalui Bidang Penanggulangan Kebakaran langsung mengerahkan 15 personel di bawah pimpinan Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran, didukung satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplai air.
Tim tiba di lokasi pada pukul 11.11 WITA, dan segera melakukan pemadaman serta pengendalian api untuk mencegah kobaran meluas ke area lainnya.
Hingga proses pemadaman selesai, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Namun, kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca yang panas serta vegetasi ilalang yang mengering.
Dalam proses pemadaman, petugas juga mendapat dukungan suplai air dari BPBD serta bantuan logistik berupa air minum dari pihak Mohini Resort.
Setelah beberapa jam berjibaku di lapangan, petugas berhasil mengendalikan seluruh titik api dan melaksanakan proses pendinginan hingga lokasi dinyatakan aman. Seluruh personel kemudian kembali ke markas pada pukul 16.20 WITA.
Kepala Satpol PP Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias Ontong, mengapresiasi kerja cepat seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.
“Kami bergerak cepat begitu menerima laporan untuk mencegah api meluas ke kawasan lain. Berkat kerja sama seluruh personel serta dukungan dari berbagai pihak, kebakaran berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada aset masyarakat,” ujar Yeremias.
Berdasarkan hasil pendataan, kebakaran menghanguskan lahan terbuka seluas sekitar 11 hektare. Kepulan asap tebal sempat terlihat di sekitar lokasi, namun tidak ada korban jiwa maupun kerusakan terhadap fasilitas dan aset milik masyarakat.
Meski demikian, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Mobil pemadam tidak dapat menjangkau beberapa titik karena medan yang curam dan lereng yang ekstrem. Selain itu, petugas juga menghadapi risiko longsoran bebatuan, kayu, dan vegetasi yang terbakar dari bagian atas bukit.
Faktor angin yang berubah-ubah turut mempercepat perambatan api ke area perbukitan, sehingga menyulitkan upaya pengendalian. Untuk mengatasinya, petugas membuat sekat bakar dengan menebas vegetasi serta melakukan pemadaman secara manual menggunakan dedaunan dan kayu guna memutus jalur rambatan api.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....