Pemko Padang Panjang Gandeng Akademisi Perkuat Sejarah

  • 29 Jun 2026 08:51 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Padang Panjang memperkuat kolaborasi dengan akademisi, budayawan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah strategis dalam membangun citra kota melalui penguatan sejarah dan kebudayaan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam temu ramah dan silaturahmi bersama para narasumber Seminar Internasional Refleksi Satu Abad Gempa Kota Padang Panjang di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Minggu, 28 Juni 2026.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut membahas rencana penyusunan buku yang mengangkat sejarah perjalanan Kota Padang Panjang, termasuk peristiwa Gempa 1926. Buku tersebut diharapkan menjadi referensi sejarah sekaligus media edukasi bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Wali Kota Hendri Arnis mengatakan, momentum Refleksi Satu Abad Gempa harus menjadi titik awal membangkitkan kembali kejayaan Padang Panjang melalui penguatan sektor sejarah, budaya, pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif.

"Dukungan dari seluruh pihak sangat kami harapkan untuk bersama-sama memajukan Padang Panjang. Potensi yang kita miliki harus dioptimalkan melalui kolaborasi lintas sektor agar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Menurut Wako Hendri, Padang Panjang memiliki sejarah panjang sebagai kota pendidikan, budaya, dan religius yang perlu terus diperkuat melalui berbagai program pembangunan yang terarah.

"Kami berharap momentum Refleksi Satu Abad Gempa ini menjadi langkah besar untuk mengembalikan kejayaan Padang Panjang sebagai kota yang dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional," kata Hendri Arnis.

Sementara itu, salah seorang narasumber seminar, Dr. Suryadi, M.A., dosen Leiden University, Belanda mengapresiasi inisiatif Pemko dalam menjadikan peringatan satu abad gempa sebagai ruang refleksi sekaligus pengembangan potensi daerah.

Menurutnya, sejarah Gempa 1926 memiliki nilai edukasi yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari wisata sejarah dan kebencanaan sehingga mampu memperkuat daya tarik Padang Panjang.

Ia juga menyatakan kesiapan para akademisi untuk memberikan dukungan pemikiran dalam merumuskan berbagai strategi pembangunan daerah berbasis sejarah dan kebudayaan. Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, budayawan, dan masyarakat diharapkan Seminar Internasional Refleksi Satu Abad Gempa mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang memperkuat identitas Padang Panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....