Pasaman Barat Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat melalui Kampung Siaga Bencana

  • 29 Jun 2026 19:33 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) berbasis masyarakat sebagai garda terdepan dalam mitigasi dan penanggulangan bencana.

Komitmen tersebut ditandai dengan pengukuhan Pengurus Kampung Siaga Bencana Kecamatan Sasak Ranah Pasisie oleh Bupati Pasaman Barat Yulianto di halaman SDN 08 Sasak Ranah Pasisie, Senin, 29 Juni 2026. Pada kesempatan itu juga digelar simulasi uji Standar Operasional Prosedur (SOP) Kampung Siaga Bencana serta penyerahan bantuan kesiapsiagaan penanggulangan bencana dari Kementerian Sosial RI senilai Rp157,29 juta.

Yulianto mengatakan pembentukan Kampung Siaga Bencana merupakan langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana. Menurutnya, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana cukup tinggi.

"Kesiapsiagaan bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan yang mutlak. Inilah esensi Kampung Siaga Bencana, yaitu berbasis masyarakat, dikelola oleh masyarakat, dan digerakkan demi keselamatan masyarakat itu sendiri. Amanah kemanusiaan kini berada di pundak para pengurus KSB," ujarnya.

Ia meminta seluruh pengurus KSB segera menyusun langkah-langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat nagari. Prioritas yang harus dilakukan meliputi pemetaan wilayah rawan bencana, pendataan kelompok rentan, pemasangan rambu evakuasi, penguatan sistem peringatan dini, hingga pembentukan lumbung sosial berisi logistik darurat.

Yulianto juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung keberadaan Kampung Siaga Bencana. "Libatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan dan pemuda. Bangun kolaborasi yang kuat agar kesiapsiagaan menjadi budaya bersama dalam menghadapi potensi bencana," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat, Vanvoni Gorbi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program Kementerian Sosial RI yang dilaksanakan bersama Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Sosial Kabupaten Pasaman Barat. Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Juni 2026, dengan melibatkan 275 peserta dari unsur masyarakat, relawan, dan berbagai pemangku kepentingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....