Ratusan Guru Kaltim Lulus Gemini Academy, BGTK Percepat Transformasi Pendidikan

  • 27 Jun 2026 11:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Panen Karya dan Penutupan Pelatihan Gemini Academy bersama Google Educator Group (GEG) Indonesia, Sabtu 27 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus apresiasi terhadap guru-guru yang telah mengikuti pelatihan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran.

Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Timur, Wiwik Setiawati, mengungkapkan antusiasme peserta dalam program tersebut sangat tinggi. Dari sekitar 2.000 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 982 guru telah dinyatakan lulus.

Menurut Wiwik, jumlah kelulusan tersebut masih berpotensi bertambah karena terdapat sejumlah peserta yang belum melakukan konfirmasi hasil ujian maupun menyelesaikan tugas akhir. Pihak BGTK Kaltim bersama GEG Indonesia pun memberikan kesempatan tambahan bagi peserta untuk melengkapi persyaratan kelulusan.

"Kami memberikan waktu tambahan karena sangat disayangkan apabila peserta yang sudah mengikuti pelatihan tidak menyelesaikan tahap akhir. Jumlah peserta sekitar 2.000 orang ini merupakan capaian yang luar biasa," ujar Wiwik dalam sambutannya.

Kepala BGTK Kaltim menilai, hasil karya yang dipamerkan peserta dalam kegiatan Panen Karya menunjukkan bahwa guru-guru di Kalimantan Timur memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Berbagai produk pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial dinilai dapat memberikan manfaat langsung kepada peserta didik.

Wiwik juga menyampaikan apresiasi kepada PT Google Indonesia melalui Google Educator Group yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kompetensi digital tenaga pendidik di daerah.

"Kami berharap para peserta tidak berhenti sampai mendapatkan sertifikat, tetapi terus mengembangkan kemampuan dan membagikan praktik baik kepada guru lainnya agar transformasi digital pendidikan dapat berjalan lebih cepat," katanya. (zul)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....