Ratusan Relawan SPPG Blitar Raya Gelar Apel Akbar, Dukung Kelanjutan Program MBG
- 27 Jun 2026 13:12 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Ratusan relawan yang tergabung dalam Aliansi SPPG Peta Blitar Raya menggelar apel akbar sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (27/6/2026) di depan Aloon-Aloon Kota Blitar.
Kegiatan ini diikuti relawan, mitra, dan supplier yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar.
Koordinator Aliansi SPPG Peta Blitar Raya mengatakan program MBG tidak hanya berperan dalam pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.
Menurutnya, program tersebut telah menciptakan ribuan lapangan kerja dan menggerakkan berbagai sektor usaha.
"Program MBG ini sangat luar biasa. Selain memberikan makan bergizi kepada anak-anak untuk menciptakan generasi yang sehat dan kuat, program ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar," ujarnya saat apel akbar.
Ia menjelaskan, satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata mempekerjakan sekitar 50 orang relawan dan tenaga kerja. Dengan jumlah sekitar 160 dapur yang beroperasi di Blitar Raya, diperkirakan terdapat sekitar 5.000 orang yang menggantungkan pekerjaannya pada program tersebut.
Tidak hanya tenaga kerja di dapur, program MBG juga melibatkan banyak pihak lain, mulai dari petani, nelayan, peternak, pedagang, hingga pelaku UMKM yang menjadi pemasok bahan baku.
"Bayangkan saja, kebutuhan beras satu SPPG bisa mencapai satu hingga dua kuintal. Belum lagi kebutuhan lauk-pauk, sayuran, dan bahan lainnya. Semua itu terserap dari masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan itu, Aliansi SPPG Peta Blitar Raya juga menyampaikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan sementara operasional program MBG selama tiga minggu masa libur sekolah untuk keperluan efisiensi dan evaluasi.
Menurut Koordinator Aliansi SPPG Peta Blitar Raya, meskipun kebijakan tersebut sempat menimbulkan keberatan di sejumlah daerah karena penghentian sementara insentif relawan, pihaknya memilih mendukung langkah pemerintah.
"Kalau di Blitar, kami tidak ada masalah. Kami mengikuti kebijakan pemerintah untuk melakukan efisiensi dan evaluasi. Kami tetap mendukung keberlanjutan program ini," ujarnya.
Ia menjelaskan, selama masa penghentian sementara tersebut, sejumlah tenaga inti seperti kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan masih tetap bertugas. Sementara itu, ribuan relawan di dapur untuk sementara waktu diliburkan.
Data Aliansi SPPG Peta Blitar Raya mencatat, terdapat sekitar 30 dapur SPPG di Kota Blitar dan 129 dapur di Kabupaten Blitar. Dengan rata-rata 47 tenaga kerja di setiap dapur, jumlah relawan dan tenaga kerja yang terlibat diperkirakan mencapai antara 5.000 hingga 7.000 orang.
Selain itu, setiap dapur juga bekerja sama dengan sekitar 15 supplier yang berasal dari berbagai sektor usaha masyarakat. Para pemasok tersebut terdiri atas petani, pedagang, peternak, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Bambang menegaskan, para mitra yang membangun dapur MBG bukanlah pengusaha besar. Mereka merupakan masyarakat yang bergotong royong mengumpulkan modal untuk mendirikan dapur dengan nilai investasi berkisar Rp1 miliar hingga Rp3 miliar per unit.
"Ini adalah bentuk gotong royong masyarakat. Para mitra berinvestasi, menyerap tenaga kerja, dan memberdayakan supplier lokal. Karena itu, kami berharap program MBG dapat terus dilanjutkan karena manfaatnya sangat besar, baik untuk peningkatan gizi anak maupun perekonomian masyarakat," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....