Warga Tanjung Balik Solok Keluhkan Sulitnya Akses Air Bersih
- 28 Jun 2026 00:02 WIB
- Padang
RR.CO.ID, Padang - Keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan akses air bersih di Nagari Tanjung Balik, Jorong Kubang Tigo, Kecamatan X Koto Di Ateh, Kabupaten Solok, mengemuka dalam program Halo RRI pada Rabu, 24 Juni 2026. Keluhan tersebut disampaikan oleh seorang pendengar bernama John yang mengaku masyarakat di kampung halamannya masih kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Dalam laporannya, John menyebut persoalan ketersediaan air bersih telah berlangsung cukup lama dan belum mendapat penyelesaian. Menurutnya, warga masih mengandalkan sumber air alami dan sebagian harus mengambil air ke sungai untuk memenuhi kebutuhan mandi serta keperluan rumah tangga lainnya.
“Sudah berapa lama ini tidak ada air. Jadi ke kampung itu susah, mandi ke batang air pula,” ujar John dalam Halo RRI.
Menanggapi aduan tersebut, tim Halo RRI menghubungi Direktur Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah, Febri Fauza, untuk meminta penjelasan terkait kondisi layanan air bersih di wilayah tersebut. Febri menjelaskan Nagari Tanjung Balik termasuk kawasan pelayanan air minum perdesaan yang tidak berada dalam cakupan layanan Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah.
“Untuk Tanjung Balik ini, layanan Perumda Air Minum tidak masuk. Itu tidak kewenangan Perumda Air Minum, tetapi kewenangan kelompok-kelompok masyarakat di bawah pembinaan pemerintahan nagari,” ujarnya Febri.
Ia menerangkan penyediaan air minum di wilayah perdesaan umumnya dikelola melalui sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat, seperti program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Sementara jaringan yang dikelola Perumda Air Minum umumnya berada di kawasan perkotaan atau wilayah yang infrastrukturnya telah diserahkan kepada perusahaan daerah untuk dioperasikan.
Menurut Febri, masyarakat dapat mengusulkan pembangunan sarana air bersih melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat nagari dan kecamatan. Usulan tersebut selanjutnya dapat menjadi prioritas pembangunan yang didanai pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat.
“Kalau dari sisi perencanaan pembangunan, itu melalui musrenbang yang diperintahkan oleh nagari. Nanti diajukan ke kabupaten dan bisa masuk ke program-program air minum yang ada di pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menyebut program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) berpotensi menjadi salah satu alternatif untuk membantu penyediaan sarana air bersih di daerah yang mengalami kesulitan sumber air. Menurutnya, kawasan di sekitar Tanjung Balik memang termasuk daerah yang menghadapi tantangan ketersediaan air sehingga membutuhkan perhatian dalam perencanaan pembangunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....