Komunitas Jagatnata Tanam 300 Pohon Selamatkan Mata Air

  • 26 Jun 2026 14:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada – Ancaman penurunan debit air di sejumlah wilayah mendorong Komunitas Jagatnata melakukan aksi konservasi dengan menanam 300 bibit pohon di kawasan penyangga mata air Desa Lugo Lengi, Kabupaten Ngada. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat daya resap tanah sekaligus menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Ketua Komunitas Jagatnata, Francisco Felix Nabuboga, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang semakin tertekan akibat perubahan tutupan lahan dan meningkatnya ancaman krisis iklim. Kawasan hulu dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan sumber air bagi kebutuhan masyarakat.

Aksi penghijauan itu melibatkan sejumlah komunitas lingkungan di Flores, antara lain Pugepigo, HPI, LTC, Jelajah Tanah Ngada, dan Imaji. Kolaborasi lintas komunitas diharapkan dapat memperkuat gerakan konservasi yang berkelanjutan di tingkat akar rumput.

“Kami menanam 300 pohon sebagai upaya nyata konservasi di area penyangga mata air,” ujar Francisco yang akrab disapa Bang Uyun dalam program Komunitas Bicara Pro 1 Radio Republik Indonesia Ende, Senin, 2 Maret 2026.

Menurutnya, Desa Lugo Lengi dipilih karena memiliki sumber mata air yang perlu mendapatkan perlindungan lebih baik. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan mampu memperkuat fungsi kawasan resapan, mengurangi risiko degradasi lahan, dan menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah hulu.

Bang Uyun menilai berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini, termasuk berkurangnya ketersediaan air bersih, tidak terlepas dari aktivitas eksploitasi sumber daya alam yang kurang memperhatikan aspek keberlanjutan. Karena itu, upaya rehabilitasi kawasan tangkapan air perlu dilakukan secara konsisten.

Gerakan tersebut juga menjadi contoh keterlibatan generasi muda dalam menjawab tantangan perubahan iklim melalui aksi nyata di lapangan. Selain menanam pohon, masyarakat diajak menjaga dan merawat bibit yang telah ditanam agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Komunitas Jagatnata berharap kesadaran menjaga lingkungan terus tumbuh di tingkat desa. Dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan kawasan hutan tetap berfungsi sebagai penyimpan air alami bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....