Perubahan Iklim Picu Peningkatan Abrasi Pesisir Ende
- 26 Jun 2026 14:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Dampak perubahan iklim global mulai memengaruhi kondisi pesisir Kabupaten Ende dengan meningkatnya intensitas gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. Kondisi tersebut memicu percepatan abrasi di sejumlah kawasan pantai, terutama wilayah yang berhadapan langsung dengan perairan terbuka di selatan Flores.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ende, Marcelus Eclesianus Meta, mengatakan pola cuaca ekstrem kini menunjukkan perubahan yang semakin nyata. Siklus fenomena iklim seperti El Nino dan La Nina terjadi lebih sering dibandingkan beberapa tahun sebelumnya dan berdampak langsung terhadap kondisi pesisir.
Menurut Marcelus, jika sebelumnya cuaca ekstrem berskala besar cenderung berulang dalam rentang lima tahunan, kini frekuensinya meningkat menjadi dua hingga tiga tahun sekali. Perubahan tersebut ditandai dengan meningkatnya kejadian angin kencang, gelombang tinggi, dan pasang laut yang berpotensi mempercepat pengikisan garis pantai.
“Perubahan iklim semakin nampak melalui siklus El Nino dan La Nina yang diikuti peristiwa angin kencang serta gelombang tinggi,” ujar Marcelus dalam dialog Kentongan RRI, Selasa, 7 April 2026.
Ia menjelaskan wilayah pesisir selatan Ende menjadi kawasan yang paling rentan terdampak karena berhadapan langsung dengan perairan samudra yang menghasilkan energi gelombang lebih besar. Hantaman gelombang yang berlangsung terus-menerus menyebabkan daratan pantai semakin cepat mengalami erosi.
Untuk merespons kondisi tersebut, BPBD Ende terus memperbarui kajian risiko bencana dan pemetaan kawasan rawan abrasi. Data terbaru digunakan sebagai dasar menentukan prioritas pembangunan infrastruktur pengaman pantai serta langkah mitigasi yang lebih tepat sasaran.
Selain ancaman gelombang tinggi, BPBD juga mencermati fenomena penurunan muka daratan pesisir yang berpotensi memperbesar risiko abrasi. Faktor tersebut menjadi pertimbangan penting dalam perencanaan pembangunan tembok penahan gelombang maupun program perlindungan kawasan pantai.
BPBD mengimbau masyarakat pesisir untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Adaptasi terhadap perubahan iklim dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan melindungi keselamatan warga di kawasan pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....