El Nino 2026 Diprediksi Lebih Kering Dibanding 2023
- 15 Jun 2026 23:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID Ende – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino pada tahun 2026 berpotensi menimbulkan kondisi yang lebih kering dibandingkan tahun 2023, meskipun tidak separah kejadian ekstrem pada 2015 dan 1997- 1998.
Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi NTT, Alpinus Palute, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, El Nino saat ini telah mulai terdeteksi sejak awal tahun dan menunjukkan peningkatan dari kategori lemah menuju sedang.
“Untuk tahun ini kami analisis akan lebih kering dibanding 2023, tetapi tidak sampai pada tingkat ekstrem seperti 2015 atau 1998,” ungkapnya dalam dialog di RRI dalam acara Kentongan, Selasa, 9 Juni 2026.
BMKG mencatat bahwa dampak El Nino sudah mulai terlihat sejak Mei hingga Juni 2026, ditandai dengan penurunan curah hujan di berbagai wilayah NTT. Kondisi ini berpotensi berlanjut hingga awal musim hujan mendatang dan dapat menyebabkan pergeseran awal musim hujan.
Fenomena El Nino sendiri merupakan kejadian global yang dipicu oleh meningkatnya suhu muka laut di Samudra Pasifik. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya uap air yang masuk ke wilayah Indonesia, sehingga menurunkan peluang terjadinya hujan, khususnya di kawasan timur seperti NTT.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan adaptasi, terutama di sektor pertanian dan peternakan. Petani diminta menyesuaikan pola dan jadwal tanam sesuai informasi prakiraan iklim agar dampak kerugian dapat diminimalkan.
Meski berdampak pada kekeringan, BMKG juga menyebut El Nino dapat memberikan sisi positif, seperti meningkatnya potensi produksi garam dan hasil tangkapan ikan di beberapa wilayah perairan.
BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan El Nino dan memperbarui informasi iklim secara berkala sebagai dasar perencanaan masyarakat dan pemerintah daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....