Kecamatan Tarakan Tengah Gerak Cepat Gaungkan Wajib Belajar 13 Tahun
- 25 Jun 2026 10:35 WIB
- Tarakan
Poin Utama
- Implementasi Program Prioritas Nasional Berbasis RPJMN 2025–2029 Pemerintah Kecamatan Tarakan Tengah bergerak cepat menyosialisasikan program Wajib Belajar 13 Tahun
- Penguatan Karakter Anak Usia Dini dan Kesiapan Transisi ke Sekolah Dasar, Satu tahun di PAUD merupakan jembatan emas untuk mematangkan mental dan karakter anak sebelum masuk SD
- Komitmen Total Otoritas Kecamatan dan Penandatanganan Pakta Bersama Bunda PAUD Tarakan Tengah, Fitriyanti, menyatakan kesiapan penuh jajaran kecamatan untuk mengawal program ini
RRI.CO.ID, Tarakan - Pemerintah Kecamatan Tarakan Tengah menggelar sosialisasi program Wajib Belajar 13 Tahun di Aula Kantor Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan. Program baru ini disambut antusias oleh para kader PKK, pengelola PAUD, hingga tokoh masyarakat setempat.
Langkah ini diambil menyusul keputusan pemerintah pusat yang menetapkan Wajib Belajar 13 Tahun sebagai program prioritas nasional. Program tersebut juga telah resmi masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2025–2029.
Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan, Endah Sarastiningsih, S.Pd., M.Pd, menegaskan pentingnya integrasi satu tahun pendidikan prasekolah (PAUD) sebelum anak memasuki jenjang SD hingga SMA. Menurutnya, satu tahun di PAUD adalah jembatan emas bagi tumbuh kembang anak.
"Pendidikan anak usia dini adalah fondasi dari seluruh jenjang pendidikan di atasnya. Melalui Wajib Belajar 13 Tahun ini, kita memastikan tidak ada lagi anak di Tarakan yang kehilangan haknya untuk mendapatkan stimulasi tumbuh kembang yang tepat di usia emas mereka," kata Endah dalam pemaparannya, seperti dikutip Kamis (25/6/2026).

Endah menambahkan, program ini bertujuan agar kesiapan mental dan karakter anak lebih matang saat masuk sekolah dasar, bukan sekadar mengejar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) secara instan.
Di lokasi yang sama, Bunda PAUD Tarakan Tengah, Fitriyanti, menyatakan kesiapannya untuk mengawal penuh implementasi program ini di tingkat akar rumput. Ia meminta sinergi kuat dari orang tua dan tenaga pendidik.
"Kami di Kecamatan Tarakan Tengah berkomitmen penuh untuk mengawal program Wajib Belajar 13 Tahun ini agar berjalan maksimal. Saya mengajak seluruh orang tua di Tarakan Tengah untuk tidak ragu memasukkan anaknya ke PAUD terlebih dahulu, karena satu tahun prasekolah ini sangat menentukan kesiapan belajar mereka ke depan," jelas Fitriyanti.
Usai sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan komitmen bersama di atas piagam. Penandatanganan dilakukan secara bergantian oleh para tokoh pendidikan Tarakan Tengah, mulai dari pengelola PAUD, penilik sekolah, perwakilan guru, hingga perwakilan masyarakat dan orang tua yang hadir.
Aksi simbolis ini menjadi bukti keseriusan seluruh elemen masyarakat Tarakan Tengah dalam mendukung pemenuhan hak pendidikan anak sejak usia dini, sejalan dengan visi besar pembangunan nasional 2025–2029.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....