BPBD Tarakan Perkuat Mitigasi Hadapi Kerentanan Wilayah Pesisir

  • 22 Jul 2026 11:01 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan terus memperkuat berbagai langkah mitigasi strategis guna menghadapi ancaman kerentanan lahan serta potensi bencana hidrometeorologi yang mengintai kawasan permukiman padat penduduk di daerah pesisir.

Upaya peningkatan kesiapsiagaan tersebut dinilai sangat mendesak mengingat hasil kajian risiko bencana terbaru menunjukkan adanya perluasan wilayah genangan air rob yang semakin masuk jauh ke daratan dari garis pantai sebelumnya.

Berdasarkan pemetaan administratif BPBD Tarakan, beberapa kawasan pesisir seperti Karang Anyar Pantai, Selumit Pantai, dan Lingkas Ujung tercatat mengalami peningkatan luasan genangan yang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat setempat.

Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kota Tarakan, Budi Sunyoto, menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu mengedepankan pendekatan nonstruktural melalui edukasi masif dan pembentukan kelompok masyarakat yang sadar bencana agar tercipta ketangguhan kolektif di tingkat akar rumput.

Selain fokus pada penanganan banjir rob, pihak BPBD juga mendeteksi adanya potensi ancaman baru berupa likuifaksi dalam dokumen kajian risiko bencana tahun 2025 yang harus diantisipasi melalui penataan tata ruang wilayah yang lebih terintegrasi.

"Maka pesan kami seperti itu, intinya kenali ancamannya dan kurangi resikonya, salam tangguh untuk kita semua," tegas Kasi Pencegahan BPBD Kota Tarakan, Budi Syoto, saat menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat dalam dialog kentongan di RRI Tarakan.

Langkah konkret lain yang telah direalisasikan oleh pemerintah kota meliputi pemasangan sistem peringatan dini berupa rambu-rambu evakuasi serta penyediaan sarana prasarana penunjang keselamatan di titik-titik rawan bencana wilayah pesisir.

Dengan terbangunya kesadaran adaptasi lingkungan yang baik di tengah masyarakat, BPBD optimis Kota Tarakan dapat bertransformasi menjadi kawasan urban yang tangguh, siaga, dan responsif dalam menghadapi berbagai macam potensi ancaman bencana alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....