DP3A Kaltim Sebut Kasus KDRT Masih Mendominasi Laporan Masyarakat
- 25 Jun 2026 10:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalimantan Timur menyebut kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi salah satu laporan yang paling banyak diterima dari masyarakat. Kondisi itu menunjukkan penanganan dan pencegahan KDRT masih menjadi persoalan yang mendesak.
Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3A Kalimantan Timur, Anik Nurul Aini, di sela kegiatan nonton bareng film "Suamiku Lukaku" di Samarinda, Selasa 23 Juni 2026.
"Menurut saya sangat urgent masalah KDRT ini. Dari beberapa kasus yang masuk ke hotline SAPA 129 memang banyak kasus-kasus KDRT," ujarnya, dikutip pada Kamis, 25 Juni 2026.
Anik menjelaskan, sebagian besar kasus yang ditangani memang berakhir damai melalui kesepakatan kedua belah pihak. Meski begitu, proses tersebut tetap disertai pendampingan agar korban memperoleh perlindungan dan tidak kembali mengalami kekerasan.
Ia menegaskan, berdamai bukan berarti pendampingan dihentikan. DP3A Kaltim tetap melakukan pemantauan dan memberikan penguatan kepada korban agar merasa aman setelah perkara diselesaikan.
"Banyak yang sudah damai, tetapi tetap ada perjanjian dan penguatan kepada para korban. Kami tetap melakukan pendampingan," kata Anik.
Bagi masyarakat yang mengalami atau mengetahui kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, DP3A Kaltim pun mengimbau agar segera melapor melalui layanan SAPA 129. Selain itu, korban juga dapat menghubungi akun media sosial resmi DP3A Kalimantan Timur apabila mengalami kendala saat mengakses layanan tersebut.
Menurut Anik, pihaknya berupaya merespons setiap laporan yang masuk selama 24 jam. "Kalau ada kendala menghubungi SAPA 129, bisa langsung mengirim pesan ke Instagram DP3A Kaltim. Insyaallah kami siap merespons dan menangani bersama UPTD PPA," ucapnya.
Melalui berbagai layanan tersebut, DP3A Kaltim berharap semakin banyak korban berani mencari pertolongan sehingga tingkat kasus kekerasan di Kaltim dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....