BMKG: Gelombang Kelvin dan MJO Sebabkan Hujan di NTT saat Kemarau
- 24 Jun 2026 15:21 WIB
- Ende
Poin Utama
- Gelombang Kelvin dan MJO picu hujan di NTT saat musim kemarau.
- Sejumlah wilayah mengalami hujan ringan hingga sangat lebat.
- Hujan saat kemarau masih normal, masyarakat diminta waspada
RRI.CO.ID, Ende - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas Gelombang Kelvin dan Madden-Julian Oscillation (MJO) menjadi penyebab hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut berlangsung meski sebagian besar wilayah NTT telah memasuki musim kemarau.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan fenomena itu terpantau memengaruhi kondisi atmosfer di NTT dalam beberapa hari terakhir. Dampaknya, sejumlah daerah masih mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Wilayah yang terdampak antara lain Kabupaten Malaka, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang bagian selatan, serta beberapa daerah di Manggarai. BMKG bahkan mencatat hujan dengan kategori sangat lebat terjadi di Kabupaten Malaka.
Menurut Sti, aktivitas Gelombang Kelvin dan MJO meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di wilayah NTT. Fenomena atmosfer tersebut merupakan salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan curah hujan.
“Apabila Gelombang Kelvin dan MJO aktif melintasi wilayah NTT maka akan meningkatkan curah hujan meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau,” ujarnya saat diwawancarai RRI.
Ia menjelaskan hujan yang terjadi pada musim kemarau masih tergolong normal dalam karakteristik iklim NTT. Musim kemarau tidak berarti hujan berhenti sepenuhnya, tetapi frekuensi dan intensitasnya lebih rendah dibandingkan musim hujan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan informasi cuaca yang disampaikan secara resmi. Dinamika atmosfer masih berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah NTT dalam beberapa waktu ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....