Disdikbud Kalbar Klaim Berhasil Tekan Anak Tidak Sekolah

  • 09 Jun 2026 18:39 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat mengklaim berhasil menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekitar 15 ribu anak dalam satu tahun terakhir. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil koordinasi intensif dan pemutakhiran data ATS secara berkelanjutan bersama pemerintah kabupaten dan kota.

“Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh jajaran Disdikbud di kabupaten dan kota untuk memastikan data ATS selalu diperbarui dan sesuai kondisi di lapangan. Validitas data menjadi kunci utama dalam merumuskan kebijakan dan program yang efektif untuk mengembalikan anak-anak ke satuan pendidikan,” ungkap Syarif di Sanggau, Selasa 9 Juni 2026.

Berdasarkan data terbaru Disdikbud Kalbar, jumlah ATS yang sebelumnya mencapai sekitar 131 ribu anak kini turun menjadi sekitar 116 ribu anak. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa berbagai program intervensi yang dijalankan mulai memberikan dampak nyata.

“Penurunan ini menunjukkan bahwa kerja sama dan sinergi yang dibangun antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai pihak terkait telah memberikan hasil yang positif. Capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat berbagai program penanganan ATS di seluruh wilayah Kalimantan Barat,” ujarnya.

Syarif menjelaskan, Disdikbud Kalbar terus melakukan pemantauan melalui dashboard ATS yang diperbarui secara berkala. Langkah tersebut dilakukan agar perkembangan data dapat dipantau secara real time dan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran.

“Kami tidak hanya fokus pada penurunan angka, tetapi juga memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak dan merata. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk memperluas akses pendidikan hingga ke wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan layanan,” katanya.

Ke depan, Disdikbud Kalbar menargetkan penurunan angka ATS yang lebih signifikan melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pemutakhiran data yang berkelanjutan, dan optimalisasi program pendidikan inklusif. Ia berharap, semakin banyak anak dapat kembali mengenyam pendidikan sehingga mendukung terwujudnya sumber daya manusia Kalimantan Barat yang unggul dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....