Disdikbud Kalbar Dukung Penguatan Pembelajaran Bahasa Prancis di Sekolah

  • 09 Jun 2026 18:26 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri menyambut positif arahan Presiden terkait penguatan pembelajaran Bahasa Prancis di satuan pendidikan. Menurutnya, penguasaan bahasa internasional menjadi salahsatu bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif.

“Kami menyambut baik arahan Presiden mengenai penguatan pembelajaran Bahasa Prancis di satuan pendidikan. Penguasaan bahasa internasional akan sangat membantu generasi muda Indonesia dalam mengembangkan kompetensi dan memperluas peluang mereka di masa depan,” kata Syarif Faisal di Sanggau, Selasa 9 Juni 2026.

Ia menilai, kemampuan berbahasa asing tidak hanya mendukung proses pendidikan, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai peluang kerja, industri, dan kerja sama internasional. Dengan kemampuan bahasa yang memadai, pelajar Indonesia akan lebih mudah beradaptasi dalam lingkungan global yang terus berkembang.

“Jika para pemuda telah menguasai dasar-dasar bahasa asing, maka mereka akan lebih mudah menjalin komunikasi, mengikuti kegiatan akademik, maupun terlibat dalam berbagai aktivitas internasional. Kemampuan tersebut juga dapat mendukung kegiatan diplomasi dan membuka kesempatan belajar di luar negeri,” ujarnya.

Syarif menjelaskan, Bahasa Prancis merupakan salah satu bahasa internasional yang memiliki pengaruh besar dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan, ekonomi, dan hubungan antarnegara. Karena itu, penguatan pembelajaran Bahasa Prancis dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

“Bahasa Prancis merupakan salah satu bahasa yang banyak digunakan di dunia dan memiliki peran penting dalam berbagai bidang. Karena itu, arahan Presiden ini merupakan langkah positif yang perlu didukung bersama agar generasi muda memiliki kompetensi global yang lebih kuat,” tuturnya.

Meski demikian, Syarif mengingatkan bahwa implementasi kebijakan tersebut perlu diiringi dengan kesiapan sumber daya pendidik yang memadai. Ia berharap, pemerintah dapat menyiapkan tenaga pengajar Bahasa Prancis secara bertahap, mengingat ketersediaan guru dan tenaga ahli di bidang tersebut masih terbatas di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....