Tekan Anak Tidak Sekolah, Disdikbud Kalbar Perluas Akses Pendidikan
- 09 Jun 2026 18:35 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengatasi permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kalbar. Langkah tersebut difokuskan pada perluasan akses pendidikan formal melalui pembangunan infrastruktur pendidikan dan pemberian bantuan kepada siswa yang membutuhkan.
“Kami tidak ingin ada anak yang kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena terkendala biaya atau keterbatasan akses Pendidikan. Disdikbud Kalbar terus berupaya menghadirkan solusi yang dapat menjangkau seluruh anak usia sekolah di berbagai daerah,” ujar Syarif Faisal di Sanggau, Selasa 9 Juni 2026.
Menurutnya, salahsatu upaya yang saat ini menjadi perhatian adalah pembangunan gedung sekolah baru di wilayah yang masih memiliki keterbatasan layanan pendidikan. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pendidikan sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh akses ke sekolah.
“Kami juga terus melakukan pemetaan kebutuhan di lapangan agar pembangunan sekolah dan fasilitas pendidikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga ketersediaan sarana pendidikan yang memadai merupakan faktor penting dalam meningkatkan partisipasi sekolah dan menekan angka ATS,” katanya.
| Baca juga: Kekurangan Guru, Sanggau Masih Kaji Regulasi |
Selain memperluas infrastruktur pendidikan, Disdikbud Kalbar juga berfokus pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana belajar mengajar di satuan pendidikan. Perbaikan fasilitas dilakukan untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi peserta didik.
“Berbagai bantuan pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu, terus kami siapkan agar mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani masalah biaya. Dukungan pembiayaan pendidikan ini menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan anak-anak tetap berada dalam sistem pendidikan formal,” jelas
Syarif menegaskan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka ATS secara berkelanjutan di Kalimantan Barat. Ia berharap, melalui penyediaan akses pendidikan yang lebih merata, peningkatan fasilitas, dan bantuan beasiswa, semakin banyak anak dapat kembali bersekolah dan memperoleh pendidikan yang layak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....